MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Kemampuan literasi digital dan keuangan yang baik perlu dimiliki oleh masyarakat seiring dengan terus berkembangnya teknologi keuangan digital. Tujuannya agar masyarakat dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, dapat memahami manfaat dan risikonya, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan, serta terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas atau ilegal.

“Transformasi digital semakin bergerak maju dengan cepat dan telah mengubah perilaku sosial, budaya, dan ritme kehidupan manusia, termasuk dalam hal ekonomi. Transformasi digital adalah masa depan ekonomi dan bisnis. Berbagai inovasi dalam bidang keuangan sangat membantu kecepatan dan kemudahan pelaku bisnis dan masyarakat dalam melakukan transaksi,” ungkap Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary saat Creative Talks Pojok Literasi, Sabtu (12/08/2023).

Pemerintah, termasuk pemerintah daerah, terus berupaya memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat. Salah satunya caranya dengan membuat konten yang menarik dengan melibatkan content creator, influencer dan public figure yang berpengaruh.
“Diskominfo Sulawesi Selatan mengambil peran dalam kampanye literasi
keuangan, yaitu dengan cara mengintensifkan informasi yang akurat dan edukatif serta menyebarluaskan dampak negatif dan risiko produk keuangan ilegal melalui berbagai platform seperti iklan televisi, radio, dan juga media sosia,” jelas Sekretaris Diskominfo-SP, Andi Taufik.
Entitas produk keuangan ilegal sangat merugikan masyarakat. Dalam periode tahun 2017 sampai 2022, kerugian masyarakat akibat entitas investasi ilegal dan kegiatan usaha tanpa izin lainnya diestimasikan mencapai Rp139,04 triliun. Oleh karena itu, langkah pemblokiran entitas produk keuangan ilegal terus dilakukan.
“Pada periode 2017 sampai dengan 5 Agustus 2023, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan sebanyak 6.895 kegiatan usaha tanpa izin yang terdiri dari pinjaman online, aset crypto, investasi, dan kegiatan tanpa izin lain di sektor keuangan yang marak terjadi dan terus bertambah baik secara kuantitas dan/atau variasi,” ungkap Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah Kantor OJK Regional 6 Sulampua, Bondan Kusuma.
Binary option, robot trading, aset crypto, dan money game merupakan beberapa modus dan kegiatan keuangan ilegal yang kini sedang tren. Sebelum berinvestasi selalu ingat prinsip 2L yaitu Legal dan Logis. Legal berarti cek status perizinannya, baik badan hukum maupun
produknya. Sementara Logis adalah imbal hasil yang wajar dan risiko yang dimiliki.
Faktor Keuangan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jika sektor keuangannya berkembang, maka pertumbuhan ekonominya pun akan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan tingkat literasi keuangan yang baik yang dimiliki oleh masyarakat.
“Ada tiga prinsip utama dalam pengelolaan uang, yaitu tahu ke mana saja uang kita mengalir, penerimaan harus lebih besar dari pengeluaran, dan berinvestasi,” tutup Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Gagaring Pagalung. (*)
Kemenbud RI Percayakan Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026
Kamis, 16 April 2026 20:35
Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023
Kamis, 16 April 2026 20:32
Melinda Aksa Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Tangani Darurat Sampah di Makassar
Selasa, 14 April 2026 23:38
Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar
Selasa, 14 April 2026 20:35
DLH Makassar Percepat Pengelolaan Sampah, Kini TPA Antang Berbenah Menuju Sanitary Landfill
Senin, 13 April 2026 19:33
Pemkot Makassar Maksimalkan Urban Farming, Libatkan Warga hingga Komunitas Tingkat Lorong
Senin, 13 April 2026 19:31
Camat se-Makassar Teken Komitmen Basmi Sampah, Terapkan Sanitary Landfill di TPA Antang
Sabtu, 11 April 2026 21:59
Munafri Tegaskan Dukungan Program MBG di Makassar, Dampaknya ke Gizi dan Ekonomi Nyata
Sabtu, 11 April 2026 21:33