somberena parlementa

Duh, Anggota BPK Jadi Tersangka Kasus Suap

Kamis, 26 September 2019 23:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Duh, Anggota BPK Jadi Tersangka Kasus Suap

MAKASSARMETRO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rizal Djalil sebagai sebagai tersangka dalam kasus suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Penetapan KPK terhadap Rizal Djalil yang merupakan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK), merupakan bagian dari pengembangan kasus suap SPAM pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut, selain Rizal, Komisaris PT. Minarta Dutahutama juga ditetapkan sebagai tersangka

“KPK membuka penyidikan baru dengan 2 orang tersangka RIZ (Rizal Djalil) anggota BPK dan LJP (Leonardo Jusminarta Prasetyo) Komisaris PT MD (Minarta Dutahutama),” kata Saut Situmorang dikutip Detik, Rabu (25/9/2019).

Awalnya BPK pada Oktober 2016 melakukan pemeriksaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR. Surat itu ditandatangani Rizal sebagai anggota BPK IV saat itu.

“Surat tugas adalah untuk melaksanakan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Air Limbah pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan Instansi Terkait Tahun 2014, 2015 dan 2016 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan barat dan Jambi,” kata Saut.

Dari pemeriksaan itu, kata Saut, BPK menemukan hilangnya anggaran dari Rp 18 miliar menjadi Rp 4,2 miliar. Namun sebelum itu rupanya Direktur SPAM sudah mendapat pesan permintaan uang sebesar Rp 2,3 miliar.

“Tersangka RIZ diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya, kemudian menyampaikan akan ada pihak yang mewakilinya untuk bertemu dengan Direktur SPAM,” sebut Saut.

“Selanjutnya perwakilan RIZ datang ke Direktur SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan/kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM. Proyek yang diminati adalah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar,” imbuh Saut.

Pada akhirnya proyek itu dikerjakan PT. Minarta Dutahutama atas arahan Rizal. Alhasil, Rizal Djalil pun mendapatkan uang sebesar SGD 100 ribu dari Leonardo.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, Rizal dianggap melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca