MAKASSARMETRO – Pemerintah Kota Makassar terus berusaha mencari jalan keluar persoalan persampahan. Bagaimana tidak, kurang lebih ada 1.000 ton sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Tamangapa Raya setiap harinya.

Meski telah memiliki UPTD Bank Sampah dan ribuan bank sampah unit yang tersebar di seluruh kecamatan untuk pemilahan, namun hanya mampu mereduksi sekitar 10 persen dari total sampah.

“Kita punya Bank Sampah Pusat yang membantu memilah sampah dan sekitar seribu Bank Sampah Unit, tapi yang betul-betul aktif kurang dari setengahnya. Hanya mampu mengurangi sekitar 10 persen dari 1.000 ton sampah yang masuk ke TPA setiap hari,” kata PJ. Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, Senin (30/9/2019).
Guna mengurangi volume sampah di TPA, Pemkot Makassar menjalin kerjasama dengan PT. Daur Ulang Industri Terpadu melalui pemanfaatan sistem aplikasi bernama Octopus.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), antara Iqbal Suhaeb dengan Direktur Utama PT. Daur Ulang Industri Terpadu, Iksan di Rujab Walikota Makassar, Senin (30/9/2019).
Iqbal Suhaeb menyebut, dengan kerjasama ini pihak Octopus bisa membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada personel petugas kebersihan yang tersebar di seluruh kecamatan hingga kelurahan.
Dengan harapan, proses pemilahan bisa dilakukan sejak tahap pengumpulan oleh satgas dari titik pengambilan, seperti rumah warga.
“Mereka (Octopus) berpengalaman dalam mengedukasi soal persampahan, termasuk didalamnya pemahaman soal Reuse, Reduce, Recycle, pemilahan organik dan anorganik. Edukasi yang utama, karena kita mau ini jangka panjang. Jadi kita sangat terbantu,” ujarnya.
Sementara Dirut PT. Daur Ulang Industri Terpadu, Iksan membeberkan alasan memilih Kota Makassar. Dia mengaku takjub dengan Makassar yang memiliki kesadaran secara organisasi persoalan sampah.
“Hasil riset kami di beberapa daerah, justru Makassar yang paling memenuhi kriteria untuk bekerja sama. Yang pertama, mereka ‘aware‘ soal sampah, hal ini dapat dilihat dari ribuan Bank Sampah yang ada di Makassar hingga ke tataran RW bahkan ada Bank Sampah Pusat, begitupun dengan sirkulasi pengangkutan sampah,” akunya.
Meski begitu, dia menyebut peranan Bank Sampah masih bisa dimaksimalkan. Melalui edukasi yang bakal Oktopus lakukan, selain berdampak positif pada persoalan lingkungan hidup, juga berdampak dari aspek ekonomi.
“Bank sampah kita akan maksimalkan fungsinya, petugas kebersihan akan kami edukasi dalam menggunakan aplikasi, dan dalam proses pemilahan sampah. Jika diterapkan nantinya, ini akan berdampak pada insentif ekstra bagi petugas juga bagi lingkungan hidup kita,” pungkasnya.
Penandatanganan ini dihadiri dan disaksikan Kepala DPM-PTSP Makassar, Andi Bukti Djufrie, Kepala Dinas Pariwisata, Rusmayani Madjid, dan seluruh Camat se-Kota Makassar. Hadir pula perwakilan organisasi dan lembaga peduli lingkungan.
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
Sabtu, 18 April 2026 21:07
Berdiri di Atas Fasum Selama 30 Tahun, 40 PKL Bercat Kuning di Jalan Tinumbu Akhirnya Legawa
Sabtu, 18 April 2026 21:00
Kemenbud RI Percayakan Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026
Kamis, 16 April 2026 20:35
Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023
Kamis, 16 April 2026 20:32
Melinda Aksa Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Tangani Darurat Sampah di Makassar
Selasa, 14 April 2026 23:38
Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar
Selasa, 14 April 2026 20:35
DLH Makassar Percepat Pengelolaan Sampah, Kini TPA Antang Berbenah Menuju Sanitary Landfill
Senin, 13 April 2026 19:33
Pemkot Makassar Maksimalkan Urban Farming, Libatkan Warga hingga Komunitas Tingkat Lorong
Senin, 13 April 2026 19:31