
MAKASSARMETRO – Komisi D DPRD Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat membahas tentang Permasalahan Kesehatan, di ruang rapat kantor DPRD Makassar, Sabtu (2/11/2019)

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir dihadiri Kepala Dinas Kesehatan kota Makassar Naisyah Tun Azikin, Kepala Dinas Sosial Makassar Mukhtar Tahir, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Makassar Irwan Bangsawan, BPJS dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar.
Komisi D, pimpinan Rumah Sakit, IDI dan Dinas Kesehatan meminta agar BPJS segera melunasi utang yang menunggak di rumah sakit.
Direktur Utama RS Sayang Rakyat, Dokter Haeria, mengeluhkan, salah satu kendala RS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ialah tidak adanya biaya untuk memperadakan obat-obatan dan kebutuhan lain.
Hal tersebut merupakan akibat dari utang-utang BPJS yang menunggak. RS tidak lagi mampu memenuhi komponen dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Bagaimana bisa kami memaksimalkan pelayanan kalau kita tidak memiliki anggaran untuk belaja kebutuhan dasar. Kami di RS Sayang Rakyat terkhir dibayar pada Maret lalu, itupun tidak dilunasi dengan full,” keluhnya.
Penunggakan pembayaran dari BPJS dinilai sudah berdampak luas. RS acapkali kebingungan untuk menggaji sumber daya manusianya. Sehingga para tenaga medis tersebut seringkali tidak mendapatkan gaji dengan tepat waktu.
“Saya kalau akhir bulan sudah keteteran, di mana dapat anggaran untuk bayar SDM, beli bahan dasar saja kita sudah tidak tahu mau ambil dari mana,” ujarnya.
Sekretaris Komisi D DPRD Makassar Sahruddin Said memberikan teguran pada BPJS agar segera melunasi utang pada pihak rumah sakit agar pelayanan tetap berjalan dengan baik dan mengkaji ulang sistem zonasi yang menurutnya sangat memberatkan masyarakat.
“BPJS harus mengkaji ulang aturan sistem zonasi tentang masyarakat yang sakit di wilayahnya tidak ada rumah sakit bertipe C sesuai ketentuan BPJS maka diberatkan lagi untuk pergi kewilayah yang sangat jauh dari rumahnya,” tegas Ajid sapaan akrah Sahruddin Said.
Ketua Komisi D Wahab Tahir juga menyampaikan bahwa DPRD akan terus mengawal persoalan kesehatan tersebut. Ia menunjuk Al Hidayat Syamsu untuk terus berkoordinasi dengan mitra di bidang kesehatan itu.
“Jadi Al Hidayat Syamsu dari PDIP akan mengawal dan berkoordinasi terus dengan Dinas Kesehatan, BPJS, Ikatan Dokter, Ikatan Perawat, dan seluruh pimpinan RS dan Puskesmas,” jelasnya.
Diketahui, Wakil Ketua III DPRD Makassar, Andi Nurhaldin juga akan turun menangani dan mengawasi masalah tersebut.
Buka Puasa di Festival Cap Go Meh, Munafri Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis
Rabu, 04 Maret 2026 13:11
Pelantikan 27 Pejabat, Wali Kota Makassar Tekankan Percepatan Pembangunan di Makassar
Senin, 02 Maret 2026 16:41
Di Kecamatan Ujung Pandang, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Sosial Masjid
Minggu, 01 Maret 2026 22:12
Tengah Malam, Munafri Datangi Posko Banjir di Biringkanaya, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Jumat, 27 Februari 2026 23:50
Munafri Tekankan Kolaborasi Pemkot Makassar dan Warga Kunci Sukses Pembangunan
Kamis, 26 Februari 2026 15:21
Antisipasi Cuaca Buruk, Disdik Makassar Keluarkan Surat Edaran Belajar dari Rumah
Rabu, 25 Februari 2026 17:05
Temui Warga Blok 10 Antang Terdampak Banjir, Appi Cek Logistik Pengungsi
Rabu, 25 Februari 2026 11:45
Gaya ‘Wong Cilik’ ARW di Jeneponto: Belanja Kambing Warga Hingga Perkuat Ikatan Akar Rumput
Selasa, 24 Februari 2026 17:22