somberena parlementa

Gus Sholah Wafat, Ketum PBNU Minta Almarhum Didoakan

Minggu, 02 Februari 2020 23:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Gus Sholah Wafat, Ketum PBNU Minta Almarhum Didoakan

MAKASSARMETRO– Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Salah satu tokoh NU yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid, atau kerap disapa Gus Sholah, meninggal dunia di RS Harapan Kita, Jakarta, Ahad (2/2/2020), pada pukul 20:59 WIB.   

Innalillahi wa Inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah Gus Solah, pada pukul 20:59 Di RS.  Harapan kita, Mohon segala khilafnya dimaafkan. Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu. Semoga alm. husnul khatimah,” tulis Iim Arif Rahman, keponakan Gus Sholah dikutip dari Suara NU.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siraj mengaku sangat kehilangan. Kiai Said menyebut Gus Sholah sebagai salah seorang kiai yang berjasa besar terhadap Nahdlatul Ulama.   

“Gus Sholah seorang ulama, cucu pendiri NU. Beliau banyak jasanya pada NU,” kata KH Said di Jakarta, Ahad (2/2).  

Kiai Said mengatakan, wafatnya Gus Sholah merupakan kabar duka untuk bangsa dan NU pada khususnya. Ia juga mengajak masyarakat, terutama warga NU untuk mendoakan Gus Sholah.   

Gus Sholah wafat di usia 77 tahun. Ia merupakan saudara mangan presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pria kelahiran 11 September 1942 ini adalah anak ketiga dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj Sholihah. Selain Gus Dur, saudara Gus Sholah adalah Nyai Aisyah, Dr Umar Alfaruq, Nyai Lily Wahid, dan Muhammad Hasyim.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di kawasan pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Namun sebelum diberangkatkan ke Tebuireng akan disemayamkan dulu di rumah duka di kawasan Tendean, Jakarta.   

Berikan Komentar
Komentar Pembaca