Polres Gowa Ringkus Empat Pelaku Penipuan Hipnotis

Sabtu, 14 Maret 2020 12:07 WITA Reporter : Makassarmetro
Polres Gowa Ringkus Empat Pelaku Penipuan Hipnotis

MAKASSARMETRO – Tim Anti Bandit Polres Gowa pada Rabu 11 Maret 2020 sekitar pukul 21.00 Wita diringkus sindikat pelaku penipuan dengan modus berkedok hipnotis .

Empat orang pelaku berhasil diringkus di empat lokasi berbeda berinisial Amri Dg Rangka (51) yang berperan sebagai otak pelaku dan menghipnotis korban kemudian 3 pelaku lainnya Agus Dg Siama (46) berperan sebagai Sopir, Abdul Haris (32) berperan sebagai Supir dan menyiapkan kendaraan serta Sudarmin (38) yang ikut berperan menyiapkan kendaraan untuk digunakan otak pelaku beraksi.

Modus para pelaku melakukan aksi dengan berpura-pura menjadi warga dari Malaysia dan berlogat bahasa Melayu, kemudian menjadi penumpang lalu menghipnotis korbannya .

Selain otak pelaku terdapat rekannya yang bertindak sebagai supir angkutan daerah, kemudian ikut berperan sebagai pembeli, agar korban percaya. Setelah korbannya terpengaruh selanjutnya otak pelaku menawarkan perhiasan.

Dalam melakukan aksi juga dibantu oleh 2 rekannya yang lain dan bertugas mengawal aksi otak pelaku Amri (51), dengan menggunakan satu unit mobil

“Sebelum para pelaku melakukan aksi terlebih dahulu saling menghubungi via telepon kemudian berkumpul di batas kota Gowa Makassar selanjutnya otak pelaku membagi tugas,”ujar Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola.

Tiga pelaku merupakan warga Takalar dan Makassar yang notabene merupakan pengemudi angkutan umum antar daerah pada salah satu perusahaan jasa transportasi. Dimana mobil tersebut digunakan untuk melakukan tindak pidana penipuan.

“Pengungkapan berhasil dilakukan berawal anak korban mengetahui identitas kendaraan, selanjutnya dilakukan penyelidikan,”urainya

Saat terduga pelaku Sudarmin menyerahkan diri selanjutnya dilakukan introgasi namun tidak koperatif.

Dari hasil keterangan dari para pelaku menjelaskan, bahwa aksi telah dilakukan kurang lebih 10 tahun yang lalu dan hingga saat ini sekitar 10 orang warga menjadi korbannya.

Para pelaku dijerat dengan pasal 378 dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca