Pembatasan Sosial, BPJS Kesehatan Optimalkan Telecollecting

Selasa, 07 April 2020 15:32 WITA Reporter : Makassarmetro
Pembatasan Sosial, BPJS Kesehatan Optimalkan Telecollecting

MAKASSARMETRO – Imbauan untuk menjaga jarak antar satu sama lain atau physical distancing dalam menghadapi pandemi Covid-19 telah diterapkan BPJS Kesehatan agar tetap dapat memberikan layanan terbaik bagi peserta JKN-KIS.

Selain masih membuka pelayanan administrasi terbatas di kantor cabang sesuai dengan ketentuan, BPJS Kesehatan Cabang Makassar juga tetap melakukan upaya perluasan peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha melalui telemarketing dan upaya mengumpulkan iuran melalui telecollecting.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar,Greisthy E.L Borotoding menjelaskan bahwa physical distancing bukan halangan untuk tidak memberikan layanan terbaik bagi peserta JKN-KIS apalagi di era digital seperti saat ini. Semua dapat jadi lebih mudah bila kita memanfaatkan teknologi dengan baik.

“Jika dulu sebelum physical distancing, setiap Relation Officer (RO) wajib melakukan canvassing setiap hari alias turun ke perusahaan atau badan usaha secara langsung di seluruh wilayah kerja cabang Makassar, saat ini kita alihkan dulu kegiatan tersebut melalui telemarketing. Badan usaha yang ingin berkonsultasi terkait BPJS Kesehatan tetap dapat terlayani meskipun dilakukan baik melalui telepon, email, maupun media lainnya sehingga baik petugas BPJS Kesehatan maupun peserta dari segmen PPU BU terlindungi  dan telah berpartisipasi mencegah penyebaran covid-19 melalui upaya physical distancing,” jelas Greisthy.

Selain menjelaskan terkait kegiatan telemarketing yang dilakukan oleh RO, Greisthy juga menjelaskan terkait telecollecting yang semakin dioptimalkan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar.

“Sebenarnya untuk telecollecting jauh sebelum physical distancing, kegiatan tersebut sudah kami jalankan. Tidak hanya dibidang keuangan, telecollecting juga telah dilakukan oleh seluruh petugas BPJS Kesehatan di kantor cabang untuk membantu mengumpulkan iuran dari segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang menunggak,” ungkap Greisthy.

Salah satu HRD dari perusahaan PT Surveyor Indonesia, Pravita, saat diminta keterangannya via telepon mengungkapkan bahwa kegiatan telemarketing yang tetap dilakukan oleh RO ditengah physical distancing ini sangat membantunya.

“Kebetulan hari ini ada yang perlu saya konfirmasi perihal aplikasi e-Dabu, sempat ragu sih karena rata-rata di Makassar semua kantor layanan publik sudah Work From Home (WFH), tapi syukurlah ternyata BPJS Kesehatan Cabang Makassar tetap dapat memberikan pelayanan walaupun via telepon, good job BPJS Kesehatan,” puji Pravita. 

Berikan Komentar
Komentar Pembaca