Di Tengah Pandemi, Indonesia Terbitkan Surat Utang 4,3 Miliar US Dolar

Rabu, 08 April 2020 09:16 WITA Reporter : Makassarmetro
Di Tengah Pandemi, Indonesia Terbitkan Surat Utang 4,3 Miliar US Dolar

MAKASSARMETRO – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia menerbitkan Global Bond sebesar 4,3 miliar US Dollar dalam 3 bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050, dan RI0470.

Menkeu mengatakan, penerbitan ketiga seri SBN tersebut adalah penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan US Dollar Bond oleh Pemerintah Republik Indonesia.

“Ini merupakan penerbitan bond terbesar dalam sejarah penerbitan bond denominasi dolar AS oleh pemerintah Indonesia,” ungkap Sri Mulyani, Selasa (7/4/2020).

Seri RI1030 memiliki tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar 1,65 miliar USD dengan imbal hasil (yield) global sebesar 3,9%.

Seri kedua yaitu RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga 1,65 miliar USD dengan yield 4,25%.

Seri ketiga adalah RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar 1 miliar USD dengan tingkat yield 4,5%. Seri ini merupakan global bond pertama yang diterbitkan dengan tenor 50 tahun. 

“SBN yang ketiga dan ini adalah series baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya adalah RI0470. Jatuh tempo atau tenornya 50 tahun yaitu 15 April tahun 2070 sebesar 1 miliar  US dollar dengan tingkat yield 4,5%,” jelas Menkeu.

Penerbitan dengan tenor 50 tahun ini juga merupakan tenor terpanjang yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap track record kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara.

Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemic COVID-19 terjadi. Dari bulan Februari sampai dengan Maret tidak ada satu negarapun di Asia yang masuk ke global bond karena volatilitas dan gejolak yang sangat besar.

Menkeu menambahkan bahwa penerbitan USD bonds ini untuk menjaga pembiayaan aman sekaligus menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia.

“Pemanfaatan dari penerbitan ini sangat positif di tengah turbulensi pasar keuangan global,” ujarnya.

Topik berita Terkait:
  1. Indonesia utang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca