MAKASSARMETRO – Puluhan ribu masker yang akan dibagikan ke warga oleh Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Provinsi Sulawesi Selatan diuji coba dengan cara dikenakan untuk meniup lilin.

Masker kain buah tangan UMKM Kota Makassar secara gotong royong ini cukup tebal, mampu menahan laju udara yang dihembuskan dari mulut sehingga api lilin tidak mati.

Ada 2 lapisan kain yang diklaim dapat menghalangi 90 persen dari droplet dan aerosol 80 persen.
” Masker kain ini aman dipakai oleh masyarakat kota Makassar karena sebelum dibagikan , masker tersebut diuji coba ketebalannya dengan meniup lilin ketika memakai masker tapi lilin tersebut tidak mati sehingga aman dipakai, masker juga ini terdiri dari 2 lapisan, lapisan pertama dari kain masker itu sendiri dan lapisan yang dapat ditaruh tisu didalammnya ,” ujar Ketua Perdami Sulsel, dr. A. Muh. Ichsan, Senin (13/4/2020).
Ada 10.000 masker kain yang akan dibagikan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa ditahap awal pihaknya membagikan 3.500 masker kain di kelurahan Tamalanrea Jaya selain itu dan tahap berikutnya dibagikan ke beberapa kecamatan di kota Makassar yang masuk wilayah zona merah covid 19.
” Tahap awal itu kami bagikan 3.500 masker kain, dan selebihnya dibagikan ke beberapa kecamatan di kota Makassar yang masuk wilayah zona merah covid 19,” tambahnya.
Pemkot Makassar Peduli Sesama Atasi Kekeringan, 1.096 Rit Air Bersih Disalurkan ke Pemukiman Warga
Sabtu, 26 September 2026 08:26
Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi PBG
Jumat, 25 September 2026 15:41
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Kamis, 24 September 2026 19:03
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00