
MAKASSARMETRO — Kemiringan sumbuh rotasi sebesar 23,5° terhadap perpotongan bidang ekuator bumi dan bidang orbit bumi terhadap matahari, mengakibatkan munculnya perbedaan waktu siang dan malam.

Pada 22 Desember sampai 21 Juni, kemiringan sumbu membuat kutub utara lebih condong ke matahari. Hal itu menjadi alasan mengapa saat ini negara-negara di wilayah utara lebih lama puasanya, lantaran siangnya lebih panjang.
Ada negara harus menjalani puasa dengan durasi lebih dari 15 jam, sementara yang tercepat berpuasa sekitar 11 jam.
Di lansir melalui laman Al Jazeera, tahun ini Greenland, Norwegia, dan Finlandia mencatat durasi puasa terpanjang selama 20 jam dalam sehari.
Sementara durasi puasa terpendek dijalani umat Muslim di Afrika Selatan, Australia, dan Chile selama 11 jam 5 menit.
Secara detail, berikut durasi puasa di sejumlah kota dan negara mulai dari durasi terpanjang hingga tercepat.
Sedangkan untuk di Indonesia karena dilalui oleh garis katulistiwa, sehingga siang dan malam masing-masing berdurasi sekitar 12 jam.
Target 12.000 Pelari, Wali Kota Appi Target Makassar Half Marathon 2027 Menuju Level Internasional
Minggu, 01 November 2026 20:06
DPRD Makassar Dorong Percepatan Stadion Untia, Pastikan Target 2027
Selasa, 27 Oktober 2026 13:58
DPRD Makassar Bidik Regulasi Bantuan Hukum, Warga Miskin Tak Boleh Kalah karena Biaya
Selasa, 27 Oktober 2026 12:54
Matangkan Agenda HUT Makassar, Sekwan Andi Rahmat Mappatoba Perkuat Koordinasi
Senin, 26 Oktober 2026 17:52
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
DPRD Makassar Tak Mau Parkir Terus Bermasalah, Jukir hingga Kebocoran Jadi Bidikan
Senin, 26 Oktober 2026 12:52
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36