
MAKASSARMETRO — Kemiringan sumbuh rotasi sebesar 23,5° terhadap perpotongan bidang ekuator bumi dan bidang orbit bumi terhadap matahari, mengakibatkan munculnya perbedaan waktu siang dan malam.

Pada 22 Desember sampai 21 Juni, kemiringan sumbu membuat kutub utara lebih condong ke matahari. Hal itu menjadi alasan mengapa saat ini negara-negara di wilayah utara lebih lama puasanya, lantaran siangnya lebih panjang.
Ada negara harus menjalani puasa dengan durasi lebih dari 15 jam, sementara yang tercepat berpuasa sekitar 11 jam.
Di lansir melalui laman Al Jazeera, tahun ini Greenland, Norwegia, dan Finlandia mencatat durasi puasa terpanjang selama 20 jam dalam sehari.
Sementara durasi puasa terpendek dijalani umat Muslim di Afrika Selatan, Australia, dan Chile selama 11 jam 5 menit.
Secara detail, berikut durasi puasa di sejumlah kota dan negara mulai dari durasi terpanjang hingga tercepat.
Sedangkan untuk di Indonesia karena dilalui oleh garis katulistiwa, sehingga siang dan malam masing-masing berdurasi sekitar 12 jam.
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00
Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar
Minggu, 20 September 2026 20:43
Aliyah Mustika Ilham Ajak Lulusan Poltekpar Makassar Jadi Talenta Unggul Industri Pariwisata
Sabtu, 19 September 2026 23:01
Titip Pesan ke Wisudawan STIM-LPI, Appi: Jaga Integritas dan Nama Baik Almamater
Sabtu, 19 September 2026 20:14
Aliyah Mustika Ilham: Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kolaborasi dan Kepedulian Bersama
Kamis, 17 September 2026 21:25
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
Kamis, 17 September 2026 20:55