MAKASSARMETRO — Pada awalnya tanggal 29 April diperingati sebagai hari Jean Georges Noverre pencipta tari balet modren. Hingga tahun 1982 Komite Dansa International Theatre Institute (ITI) mencanangkan adanya Hari Tari Sedunia dan di tetapkanlah 29 April menjadi hari internasional.

Tari modren sendiri saat ini memang begitu diminati masyarakat umum dibandingkan tari tradisional, hal itu lantara gerakannya yang mudah untuk dilakukan. Pendapat tersebut diutarakan langsung oleh seorang penggiat seni tari modern, Gilang Ramadhan.

“Selain gerakkan yang mudah dan kekinian, ditambah juga dengan musik pengiring yang disukai,” ujar Gilang, saat dikonfirmasi Makassarmetro, Rabu (29/04/2020).
Dia tidak memungkiri peminat tari modern lebih banyak daripada tradisional, dikarenakan kebanyakan tari tradisional gerakannya lebih rumit, diperlukan keindahan dalam bergerak contohnya saja kegemulaian. Masalah lainnya lagu pengiringnya tak dapat diubah-ubah, berbeda dengan tari modren yang lagunya bisa disesuaikan selara penarinya.
Menerangkan lebih lanjut, masuknya budaya K-Pop ke Indonesia menjadikan tari modren berkembang, khususnya untuk dance cover gerakannya mengacu ke arah koreografi dan penari tak dianjurkan melakukan gerakan tambahan.
Kendati tari modren lebih diminati, namun menurut Gilang tari tradisional tak bisa dihilangkan begitu saja.
“Dilihat dari perkembangan tari tradisional lebih berkembang walaupun demikian tari tradisional tak bisa hilang dibuktikan tari tradisional tetap eksis sampai sekarang,” ungkapnya.
Diketahui peringatan hari tradisional tahun ini sejumlah penari dan koreografer kondang menari bersama pada Rabu, 29 April 2020 secara online atau daring. Mereka menari dari rumah dan sanggar masing-masing seharian secara bergantian mulai pagi hingga sore dan berdiskusi dalam peringatan Hari Tari Sedunia.
Acara itu bertajuk ISI Solo 24 Jam Menari Dialektika 24 Jam Biosphere VS Cybersphere. Kreografi dan penari yang tergabung Elly D. Luthan, Melati Suryodarmo, Rianto, Eko Supriyanto, Hartati, Kadek Puspasari, Faturahman, Nanu Munajar, Jarot B. Darsono, Yoyok B. Priambodo, Alfianto, Wahyu S.P. M dan Iwan Dadijono.
Pemkot Makassar Peduli Sesama Atasi Kekeringan, 1.096 Rit Air Bersih Disalurkan ke Pemukiman Warga
Sabtu, 26 September 2026 08:26
Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi PBG
Jumat, 25 September 2026 15:41
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Kamis, 24 September 2026 19:03
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36
Tak Mau Kebijakan Berbasis Asumsi, Appi Akan Perkuat ASN Makassar dengan Keahlian Statistik
Senin, 21 September 2026 22:03
Munafri Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Senin, 21 September 2026 22:00