APKASI Sampaikan Tiga Acuan Sambut New Normal

Senin, 18 Mei 2020 18:33 WITA Reporter : Makassarmetro
APKASI Sampaikan Tiga Acuan  Sambut New Normal

MAKASSARMETRO — Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyampaikan tiga hal sebagai acuan pemerintah daerah se-Indonesia, dalam menyambut konsep new normal alias normal baru di tengah pandemi virus corona.

“Sesuai analisis para ahli, pandemi akan benar-benar berakhir ketika vaksin ditemukan. Prediksinya, vaksin ditemukan paling cepat pertengahan 2021. Secara bertahap kita harus gerakkan lagi ekonomi lokal dengan prinsip produktif dan aman dari Covid-19 sesuai arahan Presiden Jokowi dan Mendagri,” ujar Ketua Umum APKASI Abdullah Azwar Anas, Senin (18/5/2020)

Hal pertama yang perlu di perhatikan, tetap memprioritaskan penanganan virus corona dengan terus memperbaiki berbagai mekanisme, mulai ketersediaan ruang isolasi, alat kesehatan, pendeteksian, hingga mendukung langkah pemerintah pusat memperluas pengetesan berbasis polymerase chain reaction (PCR).

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan virus corona, seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, dan memakai masker.

Kemudian Ketiga, kehidupan normal baru di tengah pandemi virus corona ini secara bertahap kembali meningkatkan produktivitas ekonomi lokal.

Menurutnya tiga poros tersebut Bupati Banyuwangi itu optimistis kehidupan masyarakat berangsur membaik. Penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus corona harus dijalankan berbarengan.

New normal di daerah harus diarahkan pada bagaimana tatanan masyarakat kita tetap aman dari Covid-19, dalam arti penyebarannya kita tekan, namun di sisi lain ekonomi tetap produktif,” kata Abdullah Azwar.

Meski demikian, Anas mengatakan bahwa tatanan masyarakat baru yang produktif dan aman dari Covif-19 harus dijalankan secara bertahap. Kajian epidemiologi tetap perlu menjadi rujukan agar tidak menimbulkan gelombang kedua wabah yang lebih mengkhawatirkan.

Misalnya yang daerah wisata, sekarang mulai disiapkan konsep bersih, sehat, dan aman.

Menurut Anas, aspek kesehatan masyarakat dalam era new normal ini tetap diperhatikan. Ia berharap produktivitas ekonomi bisa perlahan ditingkatkan.

“Tatanan kehidupan baru adalah keniscayaan, tidak bisa ditolak, karena itu kita harus menyesuaikan diri dengan menciptakan gaya hidup baru yang sadar protokol kesehatan untuk menunjang produktivitas ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung kondisi new normal atau tatanan kehidupan baru saat pandemi virus corona . Ia menyebut masyarakat akan bisa kembali beraktivitas seperti biasa, namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Jokowi menyatakan masyarakat harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19 ketika kembali mulai beraktivitas. Menurutnya, hidup berdampingan dengan virus corona bukan berarti masyarakat menyerah, tetapi menjadi titik awal kehidupan baru.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca