LIPI Kembangkan Riset Herbal Penangkal Corona

Selasa, 19 Mei 2020 22:56 WITA Reporter : Makassarmetro
LIPI Kembangkan Riset Herbal Penangkal Corona

MAKASSARMETRO — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini sedang melakukan riset terhadap herbal sebagai penangkal virus Corona. Mengingat lembaga tersebut masuk dalam konsorsium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020.

“Kini melalui riset herbal, jahe merah, meniran, Cordyceps, sambiloto, daun sembung dan beberapa herbal lainnya difokuskan untuk diekstrasi guna menghasilkan senyawa aktif sebagai immunomodulator Covid-19,” ungkap Kepala LIPI, dikutip dari laman resmi LIPI.

Menurutnya berbagai bahan herbal yang ada di Indonesia juga dianggap berpotensi untuk menjadi obat corona. Selain itu, obat-obatan herbal ini akan diformulasikan menjadi immunomodulator bagi pasien covid-19 berstatus pneumonia ringan.

Sementara itu Koordinator Penelitian Drug Discovery and Development di Pusat Penelitian Bioteknologi Masteria Yunolvisa menjelaskan, Immunodulator adalah senyawa tertentu yang teruji dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun spesifik.

“Obat herbal ini sifatnya mengobati dan meningkatkan sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi virus. Namun tidak berlaku untuk pasien kronis yang membutuhkan ventilator,” jelas.

Uji klinis immunomodulator ini akan dilakukan di bulan Juni 2020 terhadap 90 pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet. Selain itu ada dua produk yang akan diuji klinis yaitu Cordyceps militaris dan kombinasi herbal (rimpang jahe merah dan herbal lain).

“Kombinasi herbal ini sudah diformulasikan. Ada prototipe dan datanya serta memiliki izin edar dari BPOM. Konsumsi herbal akan dilakukan selama 14 hari,” ucap Masteria.

”Diharapkan pada bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat. Semoga di bulan Agustus didapatkan laporan akhir,” tambahnya.

Penelitian ini dilakukan oleh LIPI dan Ristek-BRIN berkolaborasi dengan 10 institusi.

Terkait vaksin, sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19. Namun Erlang Samodro, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengungkapkan, Indonesia masuk dalam daftar pengujian vaksin Covid-19 oleh WHO.

“Indonesia masuk dalam solidarity clinical trial, meliputi pengujian obat-obatan termasuk vaksin di bawah Balitbang Kementerian Kesehatan,” imbuh Erlang.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca