Polrestabes Makassar Panggil 11 Saksi Terkait Bendera yang Digambar Palu Arit di Unhas

Senin, 01 Juni 2020 09:32 WITA Reporter : Makassarmetro
Polrestabes Makassar Panggil 11 Saksi Terkait Bendera yang Digambar Palu Arit di Unhas

MAKASSARMETRO — Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar akan memanggil 11 saksi untuk pemeriksaan lebih lanjut pada Selasa besok (2/6/2020). Pemanggilan terkait bendera merah putih yang bergambar palu dan arit yang sempat berkibar di daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Agus menjelaskan, pemeriksaan kembali untuk mengklarifikasi hasil pemeriksaan sejauh ini.

“Kami menunggu hasil klarifikasi saksi yang akan diperiksa hari Selasa (2/6),” kata Agus.

Dia membeberkan 11 saksi yang di panggil besok, diantaranya 3 orang pihak keamanan kampus, wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan 6 orang pengurus BEM FISIP.

Agus menuturkan, saksi tersebut merupakan pihak internal kampus dan belum ada saksi dari luar.

“Pastinya dari pihak kampus, sampai saat ini tidak ada pihak luar yang diperiksa,” kata dia.

Ia belum mau membeberkan lebih rinci perkembangan kasus tersebut. Dia hanya mengatakan sejauh ini kepolisian masih terus menyelidiki dan menggali informasi sebanyak mungkin.

Kasus masih lidik,” jelasnya.

Hingga saat ini, Agus belum memberikan informasi terkait barang bukti yang menunjukkan ada tindak pidana dalam kasus tersebut sehingga dapat ditingkatkan menjadi penyidikan. Agus pun belum membeberkan pasal yang akan digunakan untuk menjerat para tersangka apabila ditemukan dugaan tindak pidana dalam peristiwa itu.

Penemuan bendera merah putih berlogo palu arit terjadi pada April lalu di kampus Unhas, tepatnya di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sejak itu, menjadi pembicaraan dan dibawa ke ranah hukum.

Kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya adalah Wakil Rektor III Kemahasiswaan Arsunan Arsin. Arsunan yang pertama kali memerintahkan agar bendera tersebut diturunkan.

Pihak kampus sejauh ini juga berharap agar kepolisian lekas mengusut kasus pengibaran bendera merah putih berlogo palu arit tersebut.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca