Pemprov Sulsel Akan Kaji Pembelajaran Tatap Muka di Daerah Zona Hijau dan Kuning

Selasa, 11 Agustus 2020 21:37 WITA Reporter : Makassarmetro
Pemprov Sulsel Akan Kaji Pembelajaran Tatap Muka di Daerah Zona Hijau dan Kuning

MAKASSARMETRO — Pemerintah Sulawesi Selatan akan mengkaji pembelajaran tatap muka di kabupaten kota yang wilayahnya masuk kategori zona hijau dan kuning. Hal itu di ungkapkan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui keterangan resminya yang diunggah di media sosialnya, Selasa (11/08).

Nurdin Abdullah menyebutkan, kajian tersebut di lakukan menyusul keputusan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk memperbolehkan proses belajar tatap muka pada daerah yang masuk zona hijau dan kuning.

“Tim Gugus Tugas Sulsel saat ini juga melakukan kajian, memastikan daerah mana saja yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka,” ungkap Nurdin Abdullah.

Melanjutkan, surat edaran belajar dari rumah yang dikeluarkan pihak pemprov masa batas berlakunya hanya pada tanggal 22 Agustus mendatang. Sementara pembukaan kembali sekolah harus malalui kajian mendalam, apabila hasil kajiannya layak belajar dengan tatap muka diperbolehkan, dengan tentunya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Aktivitas belajar di sekolah dengan tatap muka pada daerah zona hijau dan kuning penyebaran covid19, namun dibuka atau tidaknya sekolah tersebut menjadi kewenangan Bupati atau Wali kota di daerah yang bersangkutan,” terangnya.

Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan sekolah yang ingin memberlakukan pembelajaran tatap muka harus mendapatkan izin sejumlah pihak.

Hal tersebut diungkapkan Nadiem Makarim kepada Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Walaupun berada di zona hijau dan kuning, satuan pendidikan tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa adanya persetujuan dari pemerintah daerah atau dinas pendidikan dan kebudayaan, kepala sekolah, dan adanya persetujuan orang tua atau wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah,” ujar Nadiem Makarim.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca