Saksikan Penyuntikan Perdana Vaksin Covid, Begini Harapan Presiden Jokowi

Selasa, 11 Agustus 2020 23:54 WITA Reporter : Makassarmetro
Saksikan Penyuntikan Perdana Vaksin Covid, Begini Harapan Presiden Jokowi

MAKASSARMETRO – Setelah menyaksikan langsung penyuntikan vaksin covid-19 pada 19 relawan di Universitas Padjajaran, Senin (10/08). Presiden Joko Widodo berharap uji klinis calon vaksin tersebut berhasil menangkal virus corona Sars-Cov-2 tanpa efek samping, sehingga bisa segera diproduksi secara massal.

“Dan diharapkan di bulan Januari kita sudah bisa memproduksi dan sekaligus juga kalau produksinya siap bisa langsung diberikan vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di tanah air,” ucap Jokowi menambahkan.

Jokowi menuturkan, produksi massal untuk vaksin Covid-19 di Indonesia dilakukan oleh PT Bio Farma. Diharapkan, pada Desember nanti setelah uji klinis berhasil akan diproduksi sekitar 250 juta vaksin.

“Bio Farma yang kita tahu di Agustus ini bisa memproduksi sekitar 100 juta vaksin, tapi di Desember bisa mencapai 250 juta vaksin,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, vaksin Covid-19 yang diproduksi Bio Farma akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.
“Vaksin ini nantinya yang akan digunakan untuk vaksinasi di tanah air,” ujarnya.

Jokowi menyampaikan, RI telah mengembangkan vaksin corona selama tiga bulan. Pengembangan vaksin sepenuhnya dilakukan oleh Lembaga Biologi Molukuler Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Badan POM.

“Kita harapkan vaksin merah-putih ini juga akan segera selesai dan diperkirakan ini akan bisa diselesaikan nanti di pertengahan tahun 2021. Kita optimis bahwa dengan segera ditemukannya vaksin ini kita bisa melakukan vaksinasi kepada seluruh rakyat,” kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil memaparkan, penyuntikan vaksin terhadap 19 relawan ini merupakan tahap III, setelah sebelumnya uji klinik tahap I dan II dilakukan di Cina.

“Hari ini 19 orang [menjalani penyuntikan], sesuai dengan hasil pada tes swab kemarin. Yang datang [sebagai relawan] 20, tapi yang datang hari ini 19. Mungkin yang satu lagi kurang sehat,” ujar Kusnandi.

Setelah penyuntikan, lanjut Kusnandi, para relawan akan menjalani pemantauan. Selama 14 hari setelah penyuntikan pertama, mereka akan menjalani imunisasi kedua.

“Begitu selesai hari ini disuntik kemudian 14 hari lagi. Mereka dikasih nomor telepon kalau ada apa-apa. Nanti mereka menghubungi,” kata Kusnandi.

Setelah penyuntikan kedua, para subjek penelitian tersebut akan dipantau selama enam bulan kemudian diminta datang lagi.

“Sebelumnya diambil darah juga. Jadi total dua kali suntik. Kemudian enam bulan lagi diambil darah lagi,” kata Kusnandi.

Sampai hari ini, katanya, tercatat sudah 1.200 relawan yang telah mendaftar. Adapun untuk pelaksanaan uji klinis vaksin di Bandung dibutuhkan sekitar 1.620 relawan dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun.

“Hari ini subjek sudah 1.200. Pendaftaran kan masih ada sebulan lagi. Dengan target 1620 kayaknya enggak masalah untuk mengejar jumlah subjeknya,” tutur Kusnandi.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca