Seluruh Korwil Kemenag Diminta Aktif Dialog Antartokoh Agama

Selasa, 11 Agustus 2020 12:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Seluruh Korwil Kemenag Diminta  Aktif Dialog Antartokoh Agama

MAKASSARMETRO -Menteri Agama Fachrul Razi meminta seluruh jajaran Kantor Wilayah Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia agar mengintensifkan dialog antartokoh agama dan berbagai lapisan masyarakat, termasuk aparat. Tujuannya, untuk membangun kerukunan umat beragama.

“Saya minta jajaran Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk lebih mengintensifkan dialog dengan melibatkan tokoh agama dan aparat sehingga tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama tidak terjadi [lagi],” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (11/08).

Diungkapkannya hal tersebut menyusul adanya kasus kasus intoleransi dalam insiden penyerangan terhadap gelaran midodareni dirumah keluarga Umar Asegaf Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) malam lantara diduga kegiatan itu merupakan acara kaum syiah.

Fachrul menyayangkan adanya sekelompok orang melakukan tindakan kekerasan selain itu pula dia juga mengecam keras atas insiden yang terjadi.

“Saya mengecam intoleransi yang terjadi di Solo,” kata Fachrul.

Lebih lanjut Pusat Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten/Kota ditiap wilayah agar dapat mengambil inisiatif untuk memfasilitasi proses dialog antar pihak dalam menyikapi setiap dinamika kehidupan dan kerukunan, sehingga tindakan anarkisme yang membawa nama agama tidak terulang.

Sementara untuk kasus penyerangan yang terjadi dirumah Habib Umar Asegaf, Menag meminta pihak berwajib mampu mengusut tuntas masalah ini

“Aparatur dapat menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan koridor hukum,” kata Fachrul.Dia pun meminta para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai undang-undang yang berlaku.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sudah melakukan koordinasi dengan aparat terkait kasus tersebut. Pihaknya pun mendukung penuh penegakan hukum terhadap para pelaku.

“Kami sudah koordinasi dengan penegak hukum, Kapolda [Jateng] sendiri juga sudah menyampaikan kepada saya tahapan-tahapan yang sedang dilakukan, saya dukung penuh untuk penegakan hukum itu,” katanya, Senin (10/8) dikutip dari Antara.

“Ketika kemudian kesepakatan dulu baik-baik, mau melakukan [kesepakatanya], dan seterusnya, tetapi faktanya tidak, ya sudah ditindak saja pelakunya. Tidak usah ragu-ragu soal ini,” cetus Ganjar.

Diketahui, Polresta Surakarta dibantu Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri terus mengembangkan kasus penyerangan terhadap acara tersebut. Dua terduga pelaku pengeroyokan berinisial BD dan HB dibekuk di Kota Solo, Minggu (9/8). Selain keduanya, polisi juga telah mengantongi nama pelaku lain.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca