Bisa Rangkul Semua Pihak, Haji Kai:Dilan Layak Pimpin Makassar

Jumat, 28 Agustus 2020 17:22 WITA Reporter : Makassarmetro
Bisa Rangkul Semua Pihak, Haji Kai:Dilan Layak Pimpin Makassar

MAKASSARMETRO – Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal alias Deng Ical, terus bergerak melakukan sosialisasi dengan metode silaturahmi ke tokoh-tokoh masyarakat. Responsnya selalu positif. Semua tokoh masyarakat yang disambangi memberikan dukungan kepada Deng Ical bersama Fadli Ananda (Dilan) pada Pilwalkot Makassar 2020.

Salah satu tokoh masyarakat yang mensupport Dilan adalah Haji Kai. Hal itu disampaikan Haji Kai saat menerima kunjungan silaturahmi Deng Ical bersama mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), belum lama ini. 

Menurut Haji Kai, tidak ada keraguan pihaknya untuk mendukung dan memenangkan pasangan doktor dan dokter tersebut. Di matanya, Dilan merupakan paket ideal yang paling layak memimpin Kota Makassar. Kolaborasi Deng Ical dan Fadli Ananda diyakini mampu mengakselerasi kemajuan dan pembangunan Makassar.

“Saya terus ikuti perkembangan Pilwalkot Makassar 2020. Sejauh ini, saya melihat Dilan merupakan paket komplet, pasangan calon yang ideal yang sangat layak memimpin Kota Makassar. Mereka patut diberikan kesempatan,” ucap dia. 

Kata Haji Kai, banyak keunggulan Dilan yang tidak dimiliki kandidat lain. Misalnya, pengalaman Deng Ical yang paripurna dalam tata kelola pemerintahan. Bukan hanya di eksekutif, tapi juga di legislatif. Kader tulen Muhammadiyah itu pernah duduk sebagai anggota DPRD, wakil wali kota dan penjabat wali kota. 

“Pengalaman itu membuat Deng Ical matang dalam pengambilan keputusan. Tidak ada kandidat lain yang punya pengalaman selengkap beliau. Biasanya cuma di eksekutif atau di legislatif saja, tapi Deng Ical kan dua-duanya,” ucap dia. 

Keunggulan berikutnya, Haji Kai meyakini Dilan dapat merangkul semua elemen masyarakat. Hal itu karena duet pasangan yang juga populer disapa DI-Pade ini merupakan representasi berbagai kelompok. Dilan adalah kolaborasi figur perwakilan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama dan tua/pengalaman-milenial.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca