MAKASSARMETRO – Pelaksanaan ujian SKB tahun ini cukup berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga perlu penerapan protokol kesehatan ekstra ketat.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman, Jumat (9/10/2020).

Selain membawa KTP dan kartu ujian SKB, peserta juga diwajibkan menggunakan masker yang menutupi hidung sampai dagu. Kendati begitu pada saat ujian SKB, para peserta tidak diwajibkan untuk membawa hasil rapid tes atau surat keterangan bebas Covid-19.
“Para peserta wajib pakai masker, itu syarat mutlak. Kalau face shield tidak diwajibkan,” tuturnya.
Setidaknya sebanyak 1.302 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Universitas Hasanuddin Makassar, yang dimulai 10-11 Oktober 2020.
Basri Rakhman menyebutkan pelaksanaan SKB dibuka sebanyak tiga sesi setiap hari. Tiap sesi diikuti 217 peserta.
Dijelaskan Basri, pada sesi pertama dimulai pukul 08.30-10.00 WITA, sesi kedua pukul 11.30-13.00 WITA, dan sesi ketiga pukul 14.30-16.00 WITA. Ujian SKB menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini berlangsung selama 90 menit.
“Jadi mereka ujian selama 90 menit. Tapi kita imbau agar mereka datang paling lambat 90 menit sebelum ujian berlangsung karena ada proses registrasi, body chekin, dan masuk di ruang tunggu steril,” paparnya.
Sementara Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kota Makassar, Kadir Masri, mengungkapkan pelaksanaan ujian SKB telah mendapat izin dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar juga sudah dikantongi. Termasuk meminta bantuan tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar untuk stanby di lokasi ujian.
Dia menjelaskan, sebelum memasuki ruang ujian, suhu tubuh para peserta CPNS wajib diperiksa. Jika melewati 37,3 derajat celcius maka tidak diperbolehkan masuk ke ruang ujian. Peserta juga wajib memakai masker dan menggunakan handsanitizer.
“Jadi mereka ujian di ruang terpisah dan itu kita sudah siapkan,” singkatnya.
Dia menyebutkan ada 1.346 peserta yang mendaftar ulang, namun hanya ada 44 peserta yang memilih ujian di luar Kota Makassar. Sisanya 1.302 peserta memilih ujian SKB di Universitas Hasanuddin.
Kata Kadir, dari 44 peserta yang ujian di luar Kota Makassar, ada sembilan peserta yang ujian di UPT BKN Mamuju, dua peserta di Kantor Regional XI BKN Manado, dan masing-masing satu peserta di UPT BKN Tarakan dan Kantor Regional X BKN Denpasar.
Lima peserta ujian di UPT BKN Palu, tiga peserta di UPT BKN Balikpapan, 12 peserta di UPT BKN Kendari, empat peserta di Kantor Regional II BKN Surabaya, dua peserta di Kantor Regional I BKN Yogyakarta, serta masing-masing satu peserta di Kantor Regional III BKN Bandung, BKN Pusat, UPT BKN Mataram dan UPT BKN Ambon.
Bahkan, ada satu peserta yang memilih ujian KBRI Malaysia. “Jadi mereka mengikuti jadwal di tempat mereka ujian. Seperti di UPT BKN Mamuju dan Kantor Regional XI BKN Manado itu, peserta ujian lebih awal 1 September kemarin,” bebernya. (*)
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Pasar Kubis dan Pedagang di Jalan Veteran Lancar, Tanpa Keributan
Senin, 25 Mei 2026 21:27
Munafri: Dies Natalis FH Unhas Jadi Momentum Perkuat Ikatan Alumni
Minggu, 24 Mei 2026 22:08
Soroti Begal hingga Narkoba, Andi Suhada Ingatkan Jaga Keselamatan Anak
Rabu, 20 Mei 2026 20:30
Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi
Rabu, 20 Mei 2026 19:34
Reses Perdana, Sampah Jadi Sorotan Andi Suhada di Kecamatan Ujung Pandang
Selasa, 19 Mei 2026 18:21
Berulang Melanggar, Lapak PKL di Tallo Ditertibkan, Jalan Sunu Disiapkan Jadi Solusi
Senin, 18 Mei 2026 22:00
Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD
Senin, 18 Mei 2026 21:33