Momen Gubernur Sulsel Berdoa dengan Khusyuk untuk Para Pahlawan Terdahulu

Selasa, 10 November 2020 14:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Momen Gubernur Sulsel Berdoa dengan Khusyuk untuk Para Pahlawan Terdahulu Di hadapan nisan makam pahlawan, tampak raut wajah sedih Nurdin Abdullah menahan rasa duka. Kepalanya ditundukkan seraya memanjatkan doa dengan khusyuk untuk para pendahulu bangsa. 

MAKASSARMETRO – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, di Taman Makam Pahlawan, Kota Makassar, Selasa (10/11/2020).

Di hadapan nisan makam pahlawan, tampak raut wajah sedih Nurdin menahan rasa duka. Kepalanya ditundukkan seraya memanjatkan doa dengan khusyuk untuk para pendahulu bangsa. 

Nurdin berharap, momentum ini digunakan mempererat persatuan dan kebersamaan. Apalagi, di tengah tantangan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyelamatkan bencana alam, narkoba, radikalisme, dan persoalan Covid-19 yang sedang melanda dunia. 

“Kalau waktu zaman perjuangan, bagaimana kita bisa merebut kemerdekaan ini. Kalau sekarang, tantangan kita adalah bagaimana menyelesaikan persoalan bangsa yang tentu tidak mudah, apalagi masa pandemi saat ini dibutuhkan kebersamaan, persatuan, bagaimana kita bergotong royong,” katanya.

Meski demikian, kata Nurdin, yang paling urgen saat ini bagaimana menyusun rencana dan strategi untuk sama-sama melangkah untuk pemulihan ekonomi di Sulsel, meskipun saat ini ekonomi Sulsel sudah membaik. 

“Di samping menyelesaikan persoalan pandemi, mengendalikan Covid-19, melindungi seluruh masyarakat, merawat yang sakit, dan memulihkan ekonomi, itu yang paling penting. Jadi pandemi kita kelola dengan baik, ekonomi kita juga sudah berangsur membaik, karena ini bukan persoalan Indonesia tapi persoalan dunia,” jelasnya. 

Terkhusus untuk generasi muda, Nurdin berharap terus mengasah kemampuan agar bisa bersaing secara global di era 4.0 dan segera mengisi diri untuk melanjutkan pembangunan di berbagai bidang. 

“Saya kira kaum milenial harus mengisi diri untuk melanjutkan pembangunan, tentu dengan menghadapi persaingan secara global, satu-satunya jalan adalah bagaimana menimba ilmu, menguasai teknologi, ilmu pengetahuan, tentu dalam rangka mengelola potensi sumber daya alam kita,” tuturnya. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca