Penyusunan Blueprint Kemajuan Budaya, Dinas Kebudayaan Makassar Gelar FGD

Jumat, 13 November 2020 13:29 WITA Reporter : Makassarmetro
Penyusunan Blueprint Kemajuan Budaya, Dinas Kebudayaan Makassar Gelar FGD Dinas Kebudayaan Kota Makassar mengelar Forum Group Discussion (FGD) penyusunan blueprint kemajuan kebudayaan, Jumat (13/11/2020).

MAKASSARMETRO – Dinas Kebudayaan Kota Makassar mengelar Forum Group Discussion (FGD) penyusunan blueprint kemajuan kebudayaan.

Kegiatan dengan tema penguatan literasi budaya melalui transformasi budaya di Kota Makassar ini, digelar untuk memajukan kebudayaan nasional di Indonesia.

Dinas Kebudayaan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota Makassar yang terbentuk berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2016, mempunyai tugas dan tanggung jawab membantu Wali Kota Makassar melaksanakan urusan pemerintahan bidang kebudayaan.

“Mengelola kebudayaan masyarakat dalam wilayah Kota Makassar. Melestarikan tradisi masyarakat yang penganutnya dalam wilayah Kota Makassar, membina lembaga adat, kesenian masyarakat, sejarah lokal dalam wilayah Kota Makassar, meregistrasi, mengelola, mengawasi dan melestarikan cagar budaya Kota Makassar dan mengelola museum,” kata Plt Kadis Kebudayaan Kota Makassar, Taufik Rahim, Jumat (13/11/2020).

Taufik menjelaskan, Dinas Kebudayaan memerlukan kompas atau barometer dalam mencapai tujuan dan strategi dalam Pemerintahan Kota Makassar.
Oleh karena itu, dibutuhkan blueprint kebudayaan Kota Makassar.

“Ini diharapkan bisa dijadikan sebagai panduan atau barometer dalam melaksanakan kegiatan sehingga memerlukan kesesuaian dengan tuntutan, tantangan dan kebutuhan, karena di dalam cetak biru terdapat suatu kerangka kerja yang terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan. Meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan dan langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja,” jelasnya.

Dalam menyusun kerangka kerja yang terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan kebudayaan Kota mMakassar dibutuhkan pemikiran dan masukan serta saran dari para ahli, akademisi, budayawan, seniman pemerhati budaya, sejarahwan dan masyarakat pelaku budaya.

“Diharapkan dari kegiatan FGD ini, kita memperoleh interaksi data informasi tentang kebudayaan khususnya kebudayaan Kota Makassar partisipan/responden dalam hal meningkatkan kedalaman informasi mengenai kebudayaan Kota Makassar menyingkap berbagai aspek fenomena budaya, sehingga budaya Kota Makassar dapat didefinisikan dan diberi penjelasan dan dapat disimpulkan,” terangnya. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca