KPU Makassar: Tiap TPS Punya Bilik Khusus untuk Pemilih Bersuhu tubuh di Atas 37,3 Derajat

Selasa, 17 November 2020 12:42 WITA Reporter : Makassarmetro
KPU Makassar: Tiap TPS Punya Bilik Khusus untuk Pemilih Bersuhu tubuh di Atas 37,3 Derajat Ilustrasi.

MAKASSARMETRO – Komisi Pemilihan Umum Kota (KPU) Makassar menyampaikan bahwa tiap tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Makassar 2020 mesti punya bilik khusus.

Jadinya, KPU Makassar menyiapkan 2.394 bilik khusus. Jumlah itu sesuai total TPS di Kota Makassar.

“Ada bilik khusus untuk pemilih yang panasnya 37,3 derajat. Dia tidak masuk di TPS, tetapi dia ada di bilik khusus yang dekat dengan TPS. Jadi setiap TPS memiliki bilik khusus yang pemilihnya ialah dengan suhu tubuh 37,3 derajat celcius,” kata Komisioner KPU Makasaar, Gunawan Mashar, dikutip dari Antara, Selasa (17/11/2020).

Sebelumnya bilik suara yang disiapkan hanya tiga, kali ini KPU juga mempercepat melakukan pemungutan suara dengan menyiapkan empat bilik suara agar masyarakat tidak berlama-lama di TPS.

Melalui undangan C6 yang dilayangkan ke masyarakat, tiap pemilih diatur jadwal pemilihannya. Setiap orang memiliki waktu untuk memilih. Ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan.

“Itu bedanya dulu dan sekarang, karena saat ini ada jadwalnya. Mereka diminta datang untuk jam tertentu sesuai undangan yang telah dibagikan. Jadi tidak akan berkerumun di waktu yang sama, apalagi kami batasi dengan pemilih maksimal 500 orang setiap TPS,” beber Gunawan.

Pemilihan serentak di tengah bencana nonalam saat ini dilakukan secara ketat untuk menekan penyebaran Covid-19 selama pemilihan berlangsung, termasuk pada pra dan pascapilkada.

Sejumlah regulasi telah dikeluarkan oleh pemerintah guna pilkada aman dari virus corona dan penyebarannya. Salah satunya penggunaan APD (alat pelindung diri) oleh petugas KPPS selama penghitungan suara berlangsung.

Pada pelaksanaannya, fasilitas protokol COVID-19 turut disediakan seperti sarung tangan, tempat cuci tangan di pintu masuk dan keluar bilik, termasuk tempat sampah setelah penggunaan sarung tangan.

Selain itu, akan diimbau setiap pemilih menggunakan masker dan membawa alat tulis sendiri supaya mengurangi kontak langsung dengan penggunaan alat yang berganti-gantian.

Pembatasan juga dilakukan pada jumlah pemilih yang bisa masuk dalam TPS. Jika sebelumnya disiapkan sekitar 25 kursi, sekarang hanya disiapkan belasan saja. Sedangkan ukuran TPS akan lebih luas dengan posisi di luar ruangan. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca