Ilustrasi. MAKASSARMETRO – Kota Makassar memang sudah menyandang status zona oranye atau wilayah resiko sedang penularan Covid-19. Biar begitu,
aktivitas belajar tatap muka di sekolah belum aman untuk dibuka.

Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi, mengatakan kasus positif mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir. Hal ini dinilai sangat rawan apabila sekolah tatap muka dibuka.

Berdasarkan kategori usia, data kasus positif Covid-19 usia anak sekolah antara 5-19 tahun terus mengalami peningkatan dari pekan ke pekan. Pekan keempat November lalu, pasien terkonfirmasi positif pada anak usia sekolah hanya 45 kasus.
Namun, jumlah itu naik di pekan pertama Desember yang mencapai 55 kasus. Ada peningkatan sebanyak 10 kasus selama sepekan.
“Jadi saran saya sebaiknya sekolah tatap muka dibuka kalau situasi sudah aman. Kalau sekarang jangan dulu, karena tidak aman,” tegas Ansariadi, dikutip dari Sindonews, Sabtu (12/12/2020)/
Menurut dia, sekolah tatap muka bisa dibuka apabila pandemi di Kota Makassar sudah bisa dikontrol. Konsistensi Satgas Covid-19 dalam menekan laju penularan masih juga perlu ditingkatkan.
“Kalau kita dapat 15 kasus per hari dan kita aktif mencari, tapi sedikit yang kita temukan itu berarti aman. Tapi kalau untuk situasi sekarang itu tidak aman, hampir tiga sampai empat kali lipat bahayanya,” papar peneliti di Departemen Epidemiologi Unhas ini.
Meski begitu, bukan berarti dalam dua pekan terakhir ini kasus positif tidak bisa ditekan. Target zona kuning hingga rencana pembukaan sekolah tatap muka bisa dilanjutkan jika situasi sudah mulai aman.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Irwan Bangsawan mengakui rencanaan pembukaan sekolah tatap muka masih rawan. Harus ekstra hati-hati, sebab jika tidak rawan memicu klaster baru.
“Kita sudah survei dan itu masih rawan sekolah tatap muka. Jadi saya tegaskan sekolah tidak boleh tatap muka dalam kondisi saat ini,” ujar Irwan.
Dia juga menegaskan tidak ada tahapan uji coba sekolah tatap muka. Pelaksanaannya harus terjadwal dengan baik. Paling penting, pandemi Covid-19 bisa terkendali, baru aktivitas sekolah tatap muka di buka.
“Insyaallah satu dua hari ini juknisnya sudah rampung. Jadi masa transisi ini itu yang kita agak ketat, kalau adaptasi baru mungkin sudah mulai ada kelonggaran,” ungkap dia. (*)
Target 12.000 Pelari, Wali Kota Appi Target Makassar Half Marathon 2027 Menuju Level Internasional
Minggu, 01 November 2026 20:06
DPRD Makassar Dorong Percepatan Stadion Untia, Pastikan Target 2027
Selasa, 27 Oktober 2026 13:58
DPRD Makassar Bidik Regulasi Bantuan Hukum, Warga Miskin Tak Boleh Kalah karena Biaya
Selasa, 27 Oktober 2026 12:54
Matangkan Agenda HUT Makassar, Sekwan Andi Rahmat Mappatoba Perkuat Koordinasi
Senin, 26 Oktober 2026 17:52
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
DPRD Makassar Tak Mau Parkir Terus Bermasalah, Jukir hingga Kebocoran Jadi Bidikan
Senin, 26 Oktober 2026 12:52
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36