Irwan Bangsawan. MAKASSARMETRO – Gubernur Sulawesi Selatan mengeluarkan surat edaran bahwa dari 4 Januari hingga 1 April sekolah tidak boleh melakukan proses belajar tatap muka. Proses belajar dilakukan secara daring atau online.

Diperpanjangnya pembelajaran secara daring, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengadakan modul belajar daring yang disebarkan ke seluruh sekolah sebagai acuan guru dan murid. Modul ini dibuat agar para siswa tidak jenuh mengikuti sistem belajar daring dari rumah.

“Ya, tentunya begini, ada kejenuhan orang tua murid, orang tua siswa, kemarin ketika belajar dari rumah. Kita perbaiki sedikit dengan melakukan pelajaran melalui modul. Kita membuat modul seragam, kenapa pembelajaran dari rumah itu secara daring. Ini lebih bervariasi dalam artian bisa memenuhi keinginan semua, baik itu anak murid siswa maupun orang tua murid,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Irwan Bangsawan, Jumat (8/1/2021).
Irwan mengatakan, langkah gubernur yang memperpanjan sekolah daring merupakan upaya yang tepat mengingat tren kenaikan COVID-19 di Kota Makassar yang kembali meningkat.
“Sesuai penyampaian Bapak Gubernur melalui surat edarannya, bahwa sejak 4 Januari hingga tanggal 1 April itu, sekolah tidak dilakukan dengan tatap muka. Makassar ini masih dalam kondisi rawan, sehingga kita tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Jadi belajar dari rumah. Jadi kita tetap melaksanakan belajar dari rumah,” beber Irwan.
Irwan juga menjelaskan, saat sekolah tatap muka dibuka nanti, baik itu
tingkatan perguruan tinggi, SMA, SMP, SD, dan pendidikan anak usia dini (PAUD), akan mengikuti proses pembelajaran dengan protokol COVID-19 ketat.
“Ini tetap berjenjang, jadi intinya sesuai dengan harapan Gubernur dan Bapak Wali Kota. Mulai perguruan tinggi kemudian di tingkat SMA, SMP, SD, terakhir PAUD. Bagaimana prosedur pembelajarannya, tentunya sesuai dengan juknis. Dalam juknis tersebut maksimal 50 persen dari pada total siswa. Kemudian bagaimana jam pelajarannya dalam satu hari itu maksimal dya jam untuk SMP, SD itu satu setengah jam,” tuturnya. (*)
Kanal Dipenuhi Sampah, Kecamatan Tamalate dan Mariso Turun Tangan Bersihkan
Selasa, 04 Agustus 2026 15:41
DPR RI Dorong Sampah Jadi Sumber Energi, Dukung Program Pemilahan Makassar
Selasa, 04 Agustus 2026 14:52
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
Senin, 03 Agustus 2026 20:30
Appi Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Kota Ramah Anak di Hari Anak Nasional 2026
Minggu, 02 Agustus 2026 18:54
Pilah Sampah Berlaku 1 Agustus, DLH Makassar Beri Waktu Tiga Bulan Sebelum Terapkan Sanksi
Jumat, 31 Juli 2026 22:18
Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Kebakaran di Tallo Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Jumat, 31 Juli 2026 20:16
Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman
Jumat, 31 Juli 2026 11:12
TPA Tamangapa Hanya Terima Residu, Peneliti Sampah Perkotaan Ajak Warga Makassar Mulai Memilah
Kamis, 30 Juli 2026 17:55