MAKASSARMETRO– Partai Nasdem saat ini sedang diuji dengan munculnya rivalitas sesama kader untuk mendapatkan rekomendasi ke KPU Makassar Februari 2018 mendatang. Sebagai kandidat yang diusung di Pilkada Makassar.

Adalah Andi Rahmatika Dewi (Cicu) dan Indira Paramastuti Mulyasari. Keduanya merupakan kader Nasdem potensial, Cicu yang didukung suara internal DPD dan DPC Nasdem untuk maju.

Sementara Indira tak bisa diremehkan usai merebaknya wacana paket dengan petahana Moh. Ramdhan Pomanto (DP).
Beragam reaksi pun terjadi, terlebih setelah wakil ketua DPRD Makassar itu diberi ucapan selamat oleh legislator sebagai 02 petahana, saat paripurna di kantor dewan, kemarin.
Tak mau kalah dengan kompetitornya itu, Cicu yang juga wakil ketua DPRD Provinsi bersama timnya langsung menjemput map yang konon isinya adalah rekomendasi dari DPP, di bandara Hasanuddin, petang tadi.
“Inilah politik, setiap saat hasilnya berubah, dan di Nasdem ini sesama kader bakal berebut rekomendasi,” kata Aswar Hasan, dosen Fisip Unhas, Sabtu (7/10/2017)
Menurut Aswar, selama ini nama Indira tidak banyak yang tahu, namun setelah dipaketkan dengan DP nama Indira mendadak populer.
Dengan dasar popularitas tersebut kata Aswar membuat DPP akan jernih melihat persoalan itu tentang mana kader yang pantas untuk diusung.
“Indira bisa saja diusung kalau surveynya dalam waktu dekat ini melejit melampaui Cicu, tentu DPP akan objektif melihat itu” katanya.
Apalagi lanjut Aswar jika Indira mampu meyakinkan DPP untuk menang dan membawa kepentingan Nasdem di beberapa Pilkada ke depan termasuk Pilpres.
Namun ketika skenario Cicu batal maju sebagai calon wali kota Nasdem, eskalasi perlawanan dari kader Nasdem Makassar dinilai akan meningkat.
“Bisa saja seperti PAN yang batal mengusung IYL di Pilgub, dimana kendaraannya ada tapi penumpangnya kosong,” terang Aswar.
Sementara, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makasaar, Firdaus Muhammad, mengatakan Mmanuver DP melamar Indira melahirkan dinamika internal Nasdem.
“Tampaknya Nasdem tetap usung Cicu, di sisi lain konsekuensi bagi Indira, karena bisa merugikan karir politiknya ketika beda partai untuk maju,” tutup Firdaus. (*)
Target 12.000 Pelari, Wali Kota Appi Target Makassar Half Marathon 2027 Menuju Level Internasional
Minggu, 01 November 2026 20:06
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36
Digitalisasi PBG Berbuah Capaian, Retribusi Makassar Tembus Rp21,38 Miliar
Senin, 19 Oktober 2026 15:25
Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Pastikan RS dan Puskesmas Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Jumat, 16 Oktober 2026 19:27
Husniah Talenrang Dipecat sebagai Bupati Gowa
Kamis, 15 Oktober 2026 11:44
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12