MAKASSARMETRO– Komunitas Pendukung Pasangan Calon Danny Pomanto-Indira Muliyasari (DIAmi)

yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Makassar Cinta Demokrasi kembali berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Makassar, Jl AP Pettarani, pada Kamis (12/4/2018).

Aksi unjuk rasa ini merupakan aksi lanjutan atas desakan terhadap pemberian sanksi terhadap 13 legislator kota Makassar yang diduga menggunakan fasilitas negara mengampanyekan salah satu pasangan calon.
Mereka menagih janji Badan Kehormatan (BK) yang menjanjikan dalam waktu 3X24 jam akan menyerahkan rekomendasi hasil rapat BK terhadap 13 anggota DPRD yang diduga melanggar karena menggunakan fasilitas negara berkampanye.
“Perbuatan 13 anggota dewan atas nama Gerakan Aksi Fraksi (GAS) secara terang-terangan dan tak tahu malu serta seolah-olah tidak paham aturan menggelar kegiatan dan memasang spanduk Paslon di gedung DPRD Kota Makassar ,” jelas Imran Yusuf yang juga bertindak sebagai Jenderal Lapangan dalam aksi tersebut.
“Tentunya dengan perilaku legislator tersebut mencerminkan perilaku yang tidak taat asas dan tidak dapat menjadi teladan yang baik terhadap masyarakat sebagai wakil rakyat yang menyandang predikat terhormat di Kota Makassar. Mereka turut serta mencederai proses demokrasi yang menyebabkan kegaduhan luar biasa,” ujarnya.
Sebelumnya, salah satu anggota BK, Iqbal Djalil yang mengakui jika kegiatan yang dilakukan di Gedung DPRD Kota Makassar merupakan kesalahan. Karena itu ia atas nama BK berjanji bakal memanggil ke-13 legislator untuk dimintai keterangan terkait GAS yang secara terang-terangan setelah menggunakan fasilitas negara dalam berkampanye.
“Kami mau menagih janji-janji dari BK. Saya meminta jan;gan sekali-kali mengganggu kedamaian yang kami bawa hari ini. Kedatangan kami menagih janji BK yang diwakili ustadz Ije yang berjanji dalam tempo 3×24 jam untuk mengeluarkan rekomendasi terhadap 13 legislator yang menggunakan fasilitas negara,” tegasnya.
Sayangnya, tak satupun anggota dewan yang menemui demonstran yang tergabung dalam komunitas pendukung DIAMi, termasuk anggota BK.
Massa sempat mengancam bakal menduduki kantor DPRD jika tak mendapat respon dari dewan. Bahkan massa sempat menyeruduk masuk ke halaman kantor DPRD.(*)
Urai Antrean Panjang, Pengisian BBM di Sulsel Pakai Aturan Pelat Ganjil Genap
Minggu, 13 September 2026 17:30
Munafri Jamu dan Lepas Pemain PSM ke Parepare, Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar
Sabtu, 12 September 2026 18:29
Percepat Normalisasi Antrean BBM, Munafri Sarankan Klaster SPBU dan Jadwal Khusus Truk-Bus
Sabtu, 12 September 2026 10:07
Kunker ke BPJS Ketenagakerjaan, Komisi D DPRD Makassar Matangkan Ranperda Jamsostek
Jumat, 11 September 2026 23:12
Ridwan Andi Wittiri Desak Percepatan Penanganan Kelangkaan BBM di Makassar
Rabu, 09 September 2026 12:42
Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol
Selasa, 08 September 2026 16:19
Appi Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga
Selasa, 08 September 2026 14:34
Didukung Sahabatnya Figur Muda Ternama, Rezza Said Mantap Maju ke Musda REI Sulsel
Senin, 07 September 2026 12:03