MAKASSARMETRO– DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar menggelar Dialog Kepemudaan soal

Sosialisasi Pedoman dan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, di Cafe Cestlavie Hotel D’Green Makassar, Jalan Hertasning, Sabtu 21 April 2018.

Dialog bertajuk “Menuju Pilkada yang Partisipatif dan Berintegritas” yang diprakarsai Komisi Otoda dan Kesbang KNPI Makassar ini menghadirkan pembicara dari Komisioner KPU Makassar Andi Shaifuddin, Analis Kebangsaan dan Politik Arqam Azikin, dan Sekretaris KNPI Makassar Antariksa Putra W.
Andi Shaifuddin menjelaskan saat ini
KPU sudah melewati beberapa tahapan pilkada dan saat ini dalam tahap kampanye. Secara khusus, Shaifuddin menekankan generasi muda harus lebih jeli dalam memilih pemimpin tidak cukup hanya dengan melihat sticker atau baliho saja atau sebatas visi misi kandidat.
“Pemuda tentu harus lebih dari itu, cari trackrecordnya, bagaimana waktu mudanya, hubungan sosialnya dengan bawahan, keluarganya, bertetangga, banyak harus dicari tahu karena mungkin tak muncul waktu kampanye.
Ini harus digerakkan generasi muda era milenial,” jelas Shaifuddin.
Arqam Azikin turut membakar motivasi para pemuda yang hadir di dialog tersebut. Menurutnya pemuda harus mendobrak mekanisme politik saat ini tidak hanya sekedar menerima yang ada.
Ia menilai banyak hal yang perlu dikritisi sebab sistem politik sudah mengarah ke kapitalis, intimidasi politik dari luar negeri, kemudian ekonomi bangsa yang dintervensi.
“Contoh syarat caleg dan kepala daerah masih tamatan SMA. Masa begini terus, perusahaan kantor kecil saja syaratnya harus S1, ini capres masih ada SMA/sederajat,” tutur Arqam.
Mekanisme kepemimpinan politik, lanjut dia, memang harus dirombak minimal syaratnya pernah berorganisasi. Ketika gampang mekanismenya maka akan mudah kepentingan pragmatis menggerogoti bangsa ini.
“Kesadaran politik anak muda harus dibangun melalui kaderisasi yang kuat, kedepan konsep kepemimpinan politik harus diubah dan pemudalah yang bergerak dari sekarang,” jelas Dosen Unismuh Makassar ini.
Sekretaris KNPI Makassar, Antariksa Putra W menambahkan, pemuda wajib berpartisipasi dalam momentum pilkada ini, namun juga harus punya filterisasi dalam menentukan dukungan ke kandidat.
“Sekarang ini kita memasuki era pencitraan, tidak jelas yang madu yang mana racun, sehingga perlu ada filterisasi dan tidak masuk dalam politik transaksional,” ungkap dokter Echa sapaan akrab Antariksa.
Urai Antrean Panjang, Pengisian BBM di Sulsel Pakai Aturan Pelat Ganjil Genap
Minggu, 13 September 2026 17:30
Munafri Jamu dan Lepas Pemain PSM ke Parepare, Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar
Sabtu, 12 September 2026 18:29
Percepat Normalisasi Antrean BBM, Munafri Sarankan Klaster SPBU dan Jadwal Khusus Truk-Bus
Sabtu, 12 September 2026 10:07
Kunker ke BPJS Ketenagakerjaan, Komisi D DPRD Makassar Matangkan Ranperda Jamsostek
Jumat, 11 September 2026 23:12
Ridwan Andi Wittiri Desak Percepatan Penanganan Kelangkaan BBM di Makassar
Rabu, 09 September 2026 12:42
Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol
Selasa, 08 September 2026 16:19
Appi Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga
Selasa, 08 September 2026 14:34
Didukung Sahabatnya Figur Muda Ternama, Rezza Said Mantap Maju ke Musda REI Sulsel
Senin, 07 September 2026 12:03