Sosiolog Unhas Optimis MA Terima Kasasi KPU Makassar

Minggu, 22 April 2018 17:50 WITA Reporter :
Sosiolog Unhas Optimis MA Terima Kasasi KPU Makassar

MAKASSARMETRO– Jika Mahkamah Agung memperkuat putusan PTTUN terkait nasib pasangan calon Moh. Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) maka berpotensi menggiring Makassar ke dalam kubangan konflik berkepanjangan.

Hal tersebut disampaikan Sosiolog Unhas, Sawedi Muhammad saat menjadi pembicara dalam seri diskusi Membedah Dampak Sosial Putusan MA di Warkop Dottoro, Jalan Boulevard Makassar. Ahad (22/4/2018).

“Apabila MA mengabulkan menolak kasasi akan membawa Makassar ke dalam kubangan konflik berkepanjangan. Gejalanya telah timbul seperti masa kampanye yang tengah berlangsung,” ungkap Sawedi Muhammad.

Lebih lanjut dia menjelaskan gesekan-gesekan sosial bisa dapat dilihat saat kampanye, salah satunya melalui media dan sosial media. Belum lagi persoalan kompleksitas kotak kosong.

“Belum lagi saat penetapan, fase ini rawan sekali gesekan yang tidak perlu begitupun fase pelantikan,” ujarnya.

Dia menghimbau warga Makassar agar tidak mudah terpancing apalagi terprovokasi isu yang tidak jelas asal usulnya.

Sawedi mengaku optimis jika kondisi tersebut tidak bakalan terjadi. Berdasarkan pengamatannya, dia menilai MA bakal menerima kasasi KPU Makassar dan meloloskan pasangan DIAmi.

“Berdasarkan analisis beberapa ahli seperti Prof. Ilmar dan dikuatkan berita yang memuat pernyataan jubir MA, Suhadi terkait netralitas MA,” ungkapnya.

Dalam berita tersebut, kata Sawedi, pelanggaran pemilu terbagi atas empat bentuk. Pertama, masalah kode etik diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), kedua masalah administrasi diselesaikan KPU. Kemudian sengketa pemilihan diselesaikan Bawaslu dan jika tidak puas dengan itu masuk ke PTTUN dan kalau masih keberatan masuk ke MA.

“Itu berdasarkan UU Pilkada Nomor 8 Tahun 2015 dan Nomor 10 Tahun 2016. Berdasarkan pertimbangan itu, saya optimis MA menolak amar putusan dari PTTUN,” tutupnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca