MAKASSARMETRO– Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi Komisi Pemilihan Umum (Umum) rupanya melahirkan rasa kekecawaan dari berbagai masyarakat Kota Makassar.

Buntut dari keputusan tersebut, Komunitas Shelter 313 mengungkapkan rasa kekecewaannya dengan mengibarkan bendera setegah tiang sebagai tanda matinya demokrasi di Kota Makassar.

Ketua Komunitas Shelter 313 Imam Prasetyo mengungkapan bahwa sebanyak 1080 anggotanya sudah sepakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang disetiap rumah mereka masing-masing.
“Kami kecewa demokrasi di Makassar telah mati, dan Insya Allah kami akan mengibarkan bendera setengah tiang,” ungkap Imam saat dikomformasi, Rabu malam (25/4).
Dirinya menyampaikan semua kader Shelter se Kota Makassar yang terdiri dari pemuda diseluruh kecamatan, para pelajar, Mahasiswa UKIP dan UVRI serta seluruh anak jalananan akan mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap demokrasi saat ini.
Bahkan dirinya mengaku, bukan cuma komunitas Shelter 313, akan tetapi saat ini dirinya tengah mengajak seluruh simpatisan, pendukung dan masyarakat pro Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) untuk bergabung dalam gerakan tersebut.
Imam menegaskan langkah tersebut sebagai komitmen shleter 313 untuk terus mendukung DIAmi dalam mencari kebenaran, sebab ia mengaku pendzoliman terhadap demokrasi harus dilawan.
“Sampai kapanpun kami tidak akan perna berhenti memperjuangkan orang tua kami, apalagi demokrasi saat ini terkesan dipaksakan untuk kepentingan pihaknlain,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya berharap agar tim Hukum DIAmi untuk mengerahkan semua kemampuannya dalam memperjuangkan secara maksimal upaya upaya hukum yang akan ditempuh saat ini.
“Semoga MA (Mahkamah Agung) dan KY (Komisi Yudisial) bisa melihat dan memperoses serta memutuskan ke dzaliman ini dengan seadil adilnya. komunitas Shelter 313 Makassar mempunyai tekad yang sudah bulat “na ku gunciri Gulingku na Ku alleangi tallangnga na toalia” utk DIAmi Bismillah Inshaa ALLAH Aamiinnn,” pungkasnya.
Sekretaris Markas Perlawanan Rakyat (Menara) DIAmi mengaku terkejut atas respon masyarakat terhadap demokrasi di Kota Makassar.
Dirinya tak menyangka sebagaian besar masyarakat merasakan hal yang sama, bahwa demokrasi yang dianggapnya sebagai milik rakyat kini sudah mati ditangan pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Putusan MA seakan mengkebiri hak berdemokrasi masyarakat, jadi wajarlah beberapa warga melakukan tindakan dengan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai ungkapan rasa kecewa yang mendalam,” cetus pria yang kerap disapa Bang Cule itu.
Sebagai sekretaris Menara Tim Pemenangan DIAmi hal tersebut adalah aspirasi yang mendalam dari sebahagian besar masyarakat Kota Makassar dan tidak dipungkiri memang itulah yang dirasakan mereka yang kecewa akan putusan MA.
Munafri Jamu dan Lepas Pemain PSM ke Parepare, Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar
Sabtu, 12 September 2026 18:29
Percepat Normalisasi Antrean BBM, Munafri Sarankan Klaster SPBU dan Jadwal Khusus Truk-Bus
Sabtu, 12 September 2026 10:07
Kunker ke BPJS Ketenagakerjaan, Komisi D DPRD Makassar Matangkan Ranperda Jamsostek
Jumat, 11 September 2026 23:12
Ridwan Andi Wittiri Desak Percepatan Penanganan Kelangkaan BBM di Makassar
Rabu, 09 September 2026 12:42
Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol
Selasa, 08 September 2026 16:19
Appi Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga
Selasa, 08 September 2026 14:34
Didukung Sahabatnya Figur Muda Ternama, Rezza Said Mantap Maju ke Musda REI Sulsel
Senin, 07 September 2026 12:03
Bertambah 15.177 KK Tamalate Nikmati Iuran Sampah Gratis, Warga Pilah Sampah dari Rumah
Senin, 07 September 2026 09:05