pelayanan publik

Tekan Inflasi Harga Daging, Begini Langkah Kadis Perdagangan Kota Makassar

Kamis, 16 Mei 2019 06:52 WITA Reporter : Anki
Tekan Inflasi Harga Daging, Begini Langkah Kadis Perdagangan Kota Makassar

MAKASSARMETRO– Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Nielma Palamba ikut merasakan keresahan masyarakat atas melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok khususnya daging di saat bulan suci Ramadhan seperti saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Nielma saat mendampingi Pj Walikota Makassar melakukan kunjungan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pammolongan, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (16/5/2019).

Pada kesempatan itu Nielma mengungkapkan bahwa harga daging yang kini mencapai 110 ribu per kilonya sangatlah memberatkan masyarakat Kota Makassar.

Namun ia enggan menyalahkan seluruhnya kepada para pedagang yang kadang seenaknya menaikkan harga, menurutnya hal ini juga tidak terlepas dari tingkat kebutuhan yang lebih tinggi ketimbang ketersedian bahan dalam hal ini daging.

“Salah satu faktor inflasi kenaikan harga daging sulit kita tekan, karena biasanya di bulan suci Ramadhan seperti sekarang tingkat kebutuhan juga meningkat pesat, bahkan kadang melampaui angka ketersediaan,” ungkap Nielma.

Sehingga dirinya berharap RPH Kota Makassar tetap mampu menjaga ketersediaan stok daging untuk disuplai ke berbagai pasar-pasar yang ada di Kota Makassar.

“Tadi setelah mendampingi bapak Pj Walikota, kami juga turut melihat langsung ketersediaan stok daging, karena ini juga merupakan salah satu faktor terjadi inflasi kenaikan harga daging di pasaran,” jelasnya.

Sementara terkait pedagang yang sesuka hati memainkan harga diluar dari ketentuan, Nielma menegaskan pihaknya setiap Senin dan Kamis selalu hadir dan keliling ke pasar-pasar untuk memberikan shock terapi kepada pedagang yang kerap bandel menentukan harga seenaknya.

“Senin dan Kamis kita selalu turun ke pasar selain mengawasi harga bahan pokok, kehadiran kami juga untuk memberikan semacam shock terapi kepada pedagang yang nekad sesuka hati menentukan harga jauh dari normalnya hanya untuk meraup keuntungan lebih,” pungkasnya.

Topik berita Terkait:
  1. Disdag
Berikan Komentar
Komentar Pembaca