somberena parlementa

Kominfo Kembali Bakal Batasi Akses Medsos Jelang Sidang Perdana Sengketa Pilpres

Kamis, 13 Juni 2019 13:33 WITA Reporter : Anki
Kominfo Kembali Bakal Batasi Akses Medsos Jelang Sidang Perdana Sengketa Pilpres

MAKASSARMETRO – Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana terkait permohonan sengketa Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi, Jumat 14 Juni 2019.

Jika situasi kembali memanas dan menjadi tidak kondusif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali berencana membatasi penggunaan WhatsApp dan media sosial lainnya guna menekan penyebaran informasi hoaks. 

Rencana tersebut dibenarkan oleh Plt. Kepala Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu melalui laman resmi kominfo.go.id.

Ferdinandus menyatakan pihak Kominfo akan melihat terlebih dahulu seperti apa eskalasi berita hoaks yang beredar melalui media sosial pada besok hari hingga pengumuman keputusan sidang.

Ferdinandus juga menuturkan, pembatasan akses ke media sosial dapat dilakukan jika penyebaran pesan bernada hasutan meningkat dan disertai adanya kejadian yang membahayakan NKRI.

“Situasional dan Kondisional. Jika eskalasi berita hoaks dan hasutan meningkat sangat luar biasa disertai dengan kejadian di sekitar MK yang membahayakan keutuhan NKRI,” terang Ferdinandus, Kamis (13/6/2019).

Pembatasan yang dilakukan akan serupa dengan yang dilakukan Kominfo saat situasi memanas pasca-Pemilu pada 21 dan 22 Mei lalu.

Kominfo juga membatasi sejumlah fitur pada media sosial dan layanan chat WhatsApp, seperti mengirim dan menerima gambar, bukan memblokir sepenuhnya. 

Selain itu, Kominfo pun sempat mengimbau agar pengguna smartphone tidak menggunakan VPN karena dapat membahayakan data pengguna.

Seperti diketahui, pada 14 Juni 2019 MK akan menggelar sidang perdana untuk memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan setelah melihat dan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan (Putusan Sela).

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi nasional yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kalah suara dari pasangan calon presiden dan wakil presiden 01, Jokowi-Ma’ruf. Selisih suara keduanya mencapai 16.594.335.

Adapun Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen).

Menurut jadwal, sidang putusan dari sidang perdana esok hari akan digelar pada 28 Juni mendatang.

Topik berita Terkait:
  1. Hoaks
  2. Kominfo
  3. Medsos
  4. pemilu 2019
Berikan Komentar
Komentar Pembaca