
WAJO– Kementerian Pertanian (Kementan) punya program untuk menyelamatkan lahan rawa yang ada di Kabupaten Wajo, Sulsel.

Kementan menamai program Selamatkan Lahan Rawa untuk Kesejahteraan Petani yang selanjutnya disingkat Serasi.
Untuk mendukung suksesnya program Serasi, Kementan telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk Kabupaten Wajo.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementan di pertanian.go.id, bbantuan Alsintan tersebut di antaranya traktor roda dua 30 unit.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar menjelaskan untuk mengoptimalkan penggunaan Alsintan tersebut, pihaknya telah membentuk brigade yang dikelola langsung Dinas Pertanian
Kondisi lahan pertanian di sekitar lokasi Program Serasi masih dalam kondisi banjir dan menunggu waktu olah tanah, sehingga 30 unit traktor roda dua tersebut belum bisa beroperasi.
“Bantuan Alsintan selain traktor roda dua ada juga excavator, sangat membantu kami dan petani tentunya untuk secepatnya mengolah lahan pertanian yang sebelumnya dilanda banjir. Jadi kerugian petani akibat banjir dapat diatasi cepat,” kata Ashar di Wajo, Jumat lalu.
Traktor roda dua yang jumlahnya 30 unit tersebut baru tiba dan diserah terimakan oleh penyedia pada April lalu. Kemudian, dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk perakitan dan running test sampai alat tersebut bisa disalurkan dan digunakan.
“Jadi informasi bahwa alat tersebut bertumpuk sudah lama dan tidak disalurkan adalah tidak benar dan hasil pengecekan fisik pada traktor roda dua tidak ditemukan karat. Tentu membutuhkan waktu dan tahapan sampai alat tersebut difungsikan untuk pengolahan tanah,” tegas Ashar.
Terpisah, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Nur Alam Syah menjelaskan, sebanyak 30 unit traktor roda dua tersebut baru tiba di Kabupaten Wajo pada April lalu, dan membutuhkan waktu perakitan hingga bisa dioperasikan (running test, red) selama dua minggu.
Pemanfaatanya dikelola dalam bentuk brigade yang dalam pengoperasiannya oleh kelompok tani.
“Nah karena kondisi Wajo di pertengahan puasa kemarin dilanda banjir, traktor tersebut tidak dimungkinkan digunakan alias beroperasi. Kondisi traktornya pun hingga saat ini masih bagus, kami sudah cek tidak berkarat. Banjir surut, siap digunakan,” tegasnya.
Lebih lanjut Andi Nur Alam menerangkam program mekanisasi pertanian yakni Alsintan dipastikan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani dan tingkat produksi tanaman pangan Indonesia.
Buktinya, menekan biaya operasional 35 persen hingga 48 persen dalam produksi petani.
“Dulu tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya 1 hektar berhari-hari, tapi ini cukup 2 hingga 3 jam saja,” ujarnya.
Andi Nur Alam menambahkan dengan penggunaan alsintan modern pun, penyusutan hasil panen (losses) sebesar 10 persen pun dapat diselamatkan.
Demikian juga dapat meningkatkan nilai tambah dan penanaman padi yang dulunya hanya 1 kali setahun.
“Alhasil, kiini petani bisa 3 kali tanam dalam setahun karena proses pengolahan dan panen yang cepat. Pendapatan petani pun ikut naik,” tandasnya.
Target 12.000 Pelari, Wali Kota Appi Target Makassar Half Marathon 2027 Menuju Level Internasional
Minggu, 01 November 2026 20:06
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36
Digitalisasi PBG Berbuah Capaian, Retribusi Makassar Tembus Rp21,38 Miliar
Senin, 19 Oktober 2026 15:25
Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Pastikan RS dan Puskesmas Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Jumat, 16 Oktober 2026 19:27
Husniah Talenrang Dipecat sebagai Bupati Gowa
Kamis, 15 Oktober 2026 11:44
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12