
MAKASSARMETRO– Sebagian besar ternak sapi di Sulawesi Selatan masih dikelola secara konvensional dan berskala rumah tangga. Sistem pemeliharaan yang belum terorganisir dengan baik, hingga jumlah ternak yang sedikit, pun diduga menjadi faktor sulitnya swasembada daging di Sulsel.

Dosen Fakultas Peternakan Unhas, Dr. Jamila, SPt, MSi beranggapan, sulitnya swasembada daging penyediaan pakan yang membutuhkan waktu dan modal yang besar karena lahan untuk rumput semakin sempit.
Mengatasi hal tersebut, Jamila dan empat rekannya yang tergabung dalam tim peneliti Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) membuat inovasi pengadaan pakan komplit komersial. Pembuatan pakan di Fakultas Peternakan Unhas.
“Solusi yang kami ditawarkan adalah pengadaan pakan komplit komersial, sehingga peternak tidak mengalami kesulitan dalam pengadaan pakan hijauan dan konsentrat,” kata Jamilah dalam keterangan tertulis yang diterima Makassarmetro.com, Jumat (19/7/2019).
Kehadiran pakan komersial ini, peternak tidak mengalami kendala dalam pemeliharaan sapi maupun hewan ruminansia lainnya seperti kambing, walaupun dalam jumlah yang besar serta di lahan yang sempit.
“Dengan pakan berkualitas, masyarakat juga mendapatkan daging berkualitas dengan harga yang murah dan mudah diperoleh. Jadi, pemenuhan gizi masyarakat menengah ke bawah dapat terpenuhi,” ujarnya.
Untuk mewujudkan pakan komersial dengan harga murah, Jamilah dan rekan-rekannya berusaha menghadirkan pakbrik pakan di Unhas. Sejumlah mesin canggih telah disiapkan, seperti mesin grinder, mixer, pellet l, dan sejumlah alat pendukung lainnya.
Untuk mengoptimalkan produksi, Jamilah dan tim menggunakan inokulan dari jamur pengurai serat.
Metode yang dipakai secara garis besar adalah pembuatan pakan komplit, proses pembuatan konsentrat, serta metode formulasi pakan komplit dari bahan limbah agroindustri.
“Jadi nanti produk yang kami dihasilkan dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah karena disusun dari bahan baku lokal yang tersedia disekitar kampus dan dari bahan sisa agroindustri pabrik di sekitar Kota Makassar,” katanya.
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Rabu, 30 September 2026 14:02
Pemkot Makassar Peduli Sesama Atasi Kekeringan, 1.096 Rit Air Bersih Disalurkan ke Pemukiman Warga
Sabtu, 26 September 2026 08:26
Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi PBG
Jumat, 25 September 2026 15:41
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Kamis, 24 September 2026 19:03
Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Rabu, 23 September 2026 12:05
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Bergerak Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih untuk Masyarakat
Selasa, 22 September 2026 21:36