
MAKASSARMETRO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Unhas menyelenggarakan Pelatihan Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi, Senin (30/9/2019).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristekdikti, Reviewer Nasional, Badan Standarisasi Nasional (BSN), dan LSP Quantum HRM Internasional, berlangsung di Hotel Swisbell.
Turut hadir Ketua LP2M Unhas Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si, Kepala BSN Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc, Sekretaris LP2M Unhas Dr. Ir. Abdul Rasyid J, M.Si yang juga merupakan ketua panitia, serta 79 peserta yang berasal dari 19 Unhas.
Ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti.
“Setelah kami berkomunikasi dengan Dirjen, kami kemudian mengajak beberapa mitra untuk bekerjasama, seperti dari BSN, LSP Quantum, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristekdikti,” kata Abdul Rasyid.
Ketua LP2M Unhas, Prof Alimuddin menyambut kedatangan seluruh peserta yang berasal dari luar Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk mendorong luaran riset yang telah dihasilkan agar menjadi rujukan, tidak hanya di tingkat nasional saja, namun skala Internasional juga.
Alimuddin menjelaskan posisi vital seorang reviewer dalam pelaksanaan riset. Dosen Ilmu Komunikasi ini menggarisbawahi dua nilai yang harus dipegang erat oleh seorang reviewer, yaitu kejujuran dan profesionalitas.
“Reviewer adalah aktor terpenting dalam pelaksanaan riset. Seorang reviewer yang baik tentunya harus memiliki nilai kemanusiaan yang fundamental. Salah satunya adalah kejujuran demi menghasilkan proposal yang baik dan berkualitas. Di sisi lain, reviewer yang baik tentunya harus profesional dan tidak patut apabila mengambil keuntungan, baik itu secara material maupun non-materil, dalam kapasitas sebagai seorang reviewer,” jelas Alimuddin.
Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pengetahuan standarisasi bagi seorang reviewer.
Dalam mereview sebuah proposal riset penelitian, seorang reviewer harus mengacu pada pedoman yang dalam penyusunannya mengandung aspek yang telah terstandarisasi.
“Untuk menggerakkan bangsa yang besar seperti Indonesia ini tentu perlu untuk menyamakan mindset dan persepsi agar kita sama-sama tahu apa yang sedang kita hadapi. Dalam konteks penelitian, untuk meningkatkan kapasitas kita dalam bekreasi dan meneliti dan tentunya kualitas hasil penelitian, kita harus sama-sama tahu seperti apa proposal yang baik dan diperlukan bagi pembangunan nasional,” jelas Bambang.
Target 12.000 Pelari, Wali Kota Appi Target Makassar Half Marathon 2027 Menuju Level Internasional
Minggu, 01 November 2026 20:06
DPRD Makassar Minta KDKMP Tak Geser UMKM, Evaluasi Manfaat Jadi Sorotan
Kamis, 29 Oktober 2026 20:49
Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar Ajak Anak Muda Akhiri Perang Kelompok
Kamis, 29 Oktober 2026 20:13
DPRD Makassar Dorong Percepatan Stadion Untia, Pastikan Target 2027
Selasa, 27 Oktober 2026 13:58
DPRD Makassar Bidik Regulasi Bantuan Hukum, Warga Miskin Tak Boleh Kalah karena Biaya
Selasa, 27 Oktober 2026 12:54
Matangkan Agenda HUT Makassar, Sekwan Andi Rahmat Mappatoba Perkuat Koordinasi
Senin, 26 Oktober 2026 17:52
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
DPRD Makassar Tak Mau Parkir Terus Bermasalah, Jukir hingga Kebocoran Jadi Bidikan
Senin, 26 Oktober 2026 12:52