Jelang Musyawarah Rakyat, DP: Pilkada Bukan Tempat Caci Maki

Rabu, 12 Februari 2020 22:54 WITA Reporter : Ikbal
Jelang Musyawarah Rakyat, DP: Pilkada Bukan Tempat Caci Maki

MAKASSARMETRO – Bakal calon (balon) Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyebut kontestasi Pilwalkot Makassar merupakan pertarungan gagasan.

Hal itu dia sampaikan di hadapan para relawan dan komunitas pecinta DP, saat memberi arahan persiapan pelaksanaan Musyawarah Rakyat 22022020, di kediamannya, Jalan Amirullah, Rabu (12/02/2020).

“Dengan visi-misi, di 2020 ini kita akan bertarung dengan gagasan. Pilkada bukan tempat berkomplotan dengan menjatuhkan lawan. Bukan tempat caci maki,” imbuhnya mengingatkan kepada masyarakat.

Alasannya, Danny Pomanto sapaan akrabnya tidak ingin Pilwalkot Makassar 2020 tercederai dari hal-hal yang ingin membuat Makassar mundur lagi. Apalagi, dirinya merupakan mantan Wali Kota Makassar periode 2014-2019.

“Mari bertarung dengan gagasan. Bagaimana kita sama-sama kerja untuk kemajuan bersama. Bertarung dengan gagasan tentang hal yang baik untuk Makassar, bukan bertarung dengan hal-hal kebohongan,” pungkasnya.

Soal persiapan Musyawarah Rakyat yang nantinya akan digelar di Gedung CCC, Jalan Metro Tanjung Bunga nantinya, menurut Danny Pomanto, tengah dalam persiapan.

“Di 22022020, saatnya rakyat berdaulat. Saatnya rakyat menentukan nasibnya. Saatnya rakyat menentukan pemimpinnya,” tandas Danny.

“Gambaran umumnya, di 22022020 nanti, akan ada video yang ditayangkan. Tentang bagaimana proses demokrasi yang terjadi di 2018 lalu,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan, arah dukungan partai politik di Pilwalkot Makassar ini juga bagian dari masa depan kota berjuluk Anging Mammiri di masa akan datang.

Danny Pomanto juga mengaku, relawan DP tengah mempersiapkan antisipasi kemungkinan terburuk. Maju, menggunakan jalur perseorangan.

“Keinginan relawan tidak bisa terbendung. Mereka ingin saya maju. Makanya, jalur perseorangan juga telah dipersiapkan. Tanggal 22022020 itu, adalah sidang rakyat. Apakah maju dengan partai atau perseorangan. 22022020, minya batas perseorangan,” tuturnya.

Anak Loronna Makassar ini pun, sedikit menyampaikan sejarah perjalannya menjadi wali kota. Awalnya, ingin maju melalui jalur perseorangan di 2014 lalu.

“Awal maju 2014, akan menggunakan perseorangan. Akhirnya IAS menawarkan “jangan maki, kita pakai partai saja,” bebernya memperjelas.

Pada rapat persiapan pelaksanaan Musyawarah Rakyat ini, sedikit banyaknya, Danny Pomanto memaparkan gagasannya. Satu di antaranya, adalah visi-misi tentang pemberdayaan Ketua RT-RW dan penasehat RT-RW.

“Saya baru ketemu dengan Menteri Sosial. Banyak cerita soal penasehat RT-RW. Beliau sangat dukung soal itu,” tutupnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca