DPRD Makassar Duga Ada Guru Mengaji Fiktif Ambil Insentif

Sabtu, 23 Maret 2019 13:43 WITA Reporter : Helmi
DPRD Makassar Duga Ada Guru Mengaji Fiktif Ambil Insentif

MAKASSARMETRO– Anggota DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mensinyalir ada ‘guru mengaji fikfif’ yang ikut mengambil insentif dari Pemerintah Kota Makassar.

Mudzakkir Ali yang juga Ketua BPKPRMI Makassar dikenal getol untuk memperjuangkan nasib guru mengaji, imam rawatib, dan pemandi jenazah.

“Ada temuan dari teman-teman kami di BKPRMI yaitu adanya penerima insentif yang bukan guru mengaji alias guru mengaji siluman. Ini terjadi hampir setiap tahun,” ungkap Mudzakir Ali Djamil, Sabtu (23/3/2019).

Diketahui, Pemkot Makassar mengalokasikan Rp. 3,5 milyar untuk 3.500 guru mengaji pada tahun 2019. Tahun sebelumnya, insentif 2.500 guru mengaji dianggarkan Rp. 2,5 miliar.

Dia meminta Bagian Kesra Pemkot Makassar, camat dan lurah agar betul-betul melakukan pendataan penerima insentif guru mengaji secara holistik. Sehingga distribusi insentif bisa tepat sasaran.

Pasalnya, Mudzakir prihatin jika hak guru mengaji yang berjuang mengajarkan baca tulis Quran bagi generasi penerus diambil oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ini bisa diliat dari proporsi jumlah penduduk dan jumlah masjid di setiap kelurahan. Makanya pola pendataannya harus direvisi berdasarkan proporsi jumlah penduduk/masjid setiap kelurahan, bukan dibagi rata,” tegasnya.

Topik berita Terkait:
  1. Dprd
Berikan Komentar
Komentar Pembaca