Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi. MAKASSARMETRO – Hasil survei sejumlah lembaga profesional menemukan elektabilitas pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) masih begitu perkasa jelang pencoblosan Pilkada Makassar. Duet nomor urut 1 itu konsisten berada pada kisaran angka 40 persen.

Pakar politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto memprediksi, elektabilitas Danny-Fatma sangat sulit terkejar. Meski begitu, Danny-Fatma harus terus waspada demi menjaga elektoral yang sudah dikantongi.

“Saya rasa dengan posisi tersebut, Danny-Fatma memang akan sulit untuk terkejar lagi. Danny-Fatma tinggal mewaspadai pergerakan suara calon lainnya. Sebab, bukan tidak mungkin dalam tiga minggu terakhir pergerakan suara akan semakin dinamis karena peningkatan intensitas kinerja dari masing-masing calon,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (20/11/2020).
Menurut Anto, sapaan karibnya, selain mewaspadai pergerakan kandidat lainnya, pasangan Danny-Fatma harus terus mengawal kinerja timnya agar tidak terlena hingga 9 Desember mendatang.
“Selain harus waspada, Danny-Fatma juga harus terus meningkatkan kinerja tim, baik untuk strategi defensif maupun ofensif agar bisa tetap mempertahannya keunggulannya,” tambah ketua Jurusan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin tersebut.
Senada dipaparkan pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Ibnu Hadjar Yusuf. Diakui, elektabilitas pasangan Danny-Fatma sudah agak berat untuk dilewati oleh para rivalnya. Apalagi waktu pemungutan suara sudah semakin mepet.
“Dengan hari pencoblosan yang tersisa beberapa hari lagi, Danny-Fatma sudah sangat susah atau agak berat terkejar oleh lawannya. Data ini terpercaya sebab diekspos oleh lembaga survei yang kredibilitasnya sudah teruji. Tak perlu diragukan lagi profesionalitas dan keabsahannya, sehingga publik percaya itu (hasil survei),” kata Ibnu.
Menurutnya, hanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif yang bisa mengalahkan Danny-Fatma.
“Bagi saya, hanya kecurangan yang terorganisir dan masif, serta tsunami politik yang bisa menggagalkan kemenangan Danny-Fatma. Modal sebagai incumbent juga tentu membuat peluang Danny untuk menang semakin terbuka lebar,” tambahnya.
Di mata Ibnu, keunggulan Danny-Fatma tersebut bukanlah sebuah hal yang kebetulan. Semuanya merupakan proses panjang dan kerja keras dari seluruh elemen yang ada dalam struktur tim pemenangan paslon yang diusung dan didukung Partai NasDem, Gerindra, PBB dan Gelora itu.
“Kita sudah melihat dan membaca pergerakan tim ADAMA’ yang penuh totalitas, kelihatan nyata pergerakannya sampai ke tingkatan grassroot. Semua titik tersentuh oleh tim ADAMA’ yang solid. Ini pertanda pergerakan masif, kerja keras, fokus dan terarahlah yang akan menang. Sebab tidak mungkin proses mengkhianati hasil,” demikian Ibnu.
Urai Antrean Panjang, Pengisian BBM di Sulsel Pakai Aturan Pelat Ganjil Genap
Minggu, 13 September 2026 17:30
Munafri Jamu dan Lepas Pemain PSM ke Parepare, Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar
Sabtu, 12 September 2026 18:29
Percepat Normalisasi Antrean BBM, Munafri Sarankan Klaster SPBU dan Jadwal Khusus Truk-Bus
Sabtu, 12 September 2026 10:07
Kunker ke BPJS Ketenagakerjaan, Komisi D DPRD Makassar Matangkan Ranperda Jamsostek
Jumat, 11 September 2026 23:12
Ridwan Andi Wittiri Desak Percepatan Penanganan Kelangkaan BBM di Makassar
Rabu, 09 September 2026 12:42
Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol
Selasa, 08 September 2026 16:19
Appi Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga
Selasa, 08 September 2026 14:34
Didukung Sahabatnya Figur Muda Ternama, Rezza Said Mantap Maju ke Musda REI Sulsel
Senin, 07 September 2026 12:03