Pencopotan Logo Seragam “2 Kali Tambak Baik” oleh Oknum Pendukung Appi-Rahman Tuai Kecaman

Selasa, 01 Desember 2020 08:18 WITA Reporter : Makassarmetro
Pencopotan Logo Seragam “2 Kali Tambak Baik” oleh Oknum Pendukung Appi-Rahman Tuai Kecaman Dalam video tersebut, aksi pencopotan logo "2 Kali Tambah Baik" diduga terjadi saat tim Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) mengumpulkan sebagian ketua RT/RW. Itu ditandai dengan masker warna putih bertuliskan Appi-Rahman yang dikenakan para RT/RW di lokasi.

MAKASSARMETRO – Aksi pencopotan logo “2 Kali Tambak Baik” di seragam Ketua RT/RW Kota Makassar, menuai kecaman keras. Tindakan yang diduga dilakukan oknum pendukung pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) itu dinilai sudah melecehkan kerja-kerja RT/RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Pencopotan logo ‘2 Kali Tambah Baik’ adalah sebuah penghinaan bagi kami sebagai ketua RW. Kami sangat menyayangkan. Jangan lah merusak ciptaan orang,” kata Ketua RW Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Dr Anzar Makkuasa SH, MH, Senin (30/11/2020).

Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Tindakan tak terpuji ini dilakukan oleh seorang pria yang memakai masker berlogo Appi-Rahman (Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando).

Anzar pun menegaskan, tindakan tersebut bukti tak paham tentang ilmu pemerintahan. Ia pun mencurigai, cara-cara itu diduga dilakukan oleh Ketua RT/RW gadungan untuk mendapat sesuatu dari Appi Rahman. Sebab, logo “2 Kali Tambah Baik” adalah tanda untuk membedakan RT/RW yang sah dan gadungan.

“Setelah dicabut logo ‘2 Kali Tambah Baik’, sekarang susah lagi dibedakan mana RT/RW asli dan palsu yang mendukung Appi-Rahman. Apalagi banyak kabar dari beberapa wilayah ada kelompok yang lagi sibuk cari baju RT/RW yang mau disewakan,” ujar Anzar.

Ia pun menyarankan kepada tim pendukung pasangan calon Pilkada Makassar untuk tidak memaksakan kehendak dalam meraih kemenangan.

“Ada apa Appi-Rahman tiba-tiba memperhatikan para RT/RW? Jangan lah dijadikan RT/RW sebagai obyek politik yang sesaat, biarkan para RT/RW menentukan pilihannya sendiri,“ tandas Anzar.

Asal tahu saja, kostum berwarna merah yang dikenakan para ketua RT/RW di Makassar merupakan karya peninggalan Mohammad Ramdhan Pomanto semasa menjabat Wali Kota Makassar periode 2014-2019. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca