somberena parlementa

Waspada Cuaca Buruk, Kemenhub Koordinasi BMKG

Minggu, 09 Juni 2019 12:34 WITA Reporter : Widya
Waspada Cuaca Buruk, Kemenhub Koordinasi BMKG

AMBON- Puncak arus balik mudik lebaran terjadi pada, Minggu (9/6/2019).
Demi keselamatan pelayaran, Kemenhub berkordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk informasi cuaca buruk.

Tim khusus Kementerian Perhubungan yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi memperingatkan operator kapal untuk mematuhi larangan berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan jika terjadi cuaca buruk.

“Kita tidak bisa menyalahkan takdir atau yang Maha Kuasa jika terjadi musibah kapal tenggelam karena cuaca buruk. Karena kita bisa mencegahnya ketika cuaca tidak memungkinkan untuk kapal berangkat, maka kita bisa tunda atau larang kapal untuk berangkat dan operator kapal harus mematuhi itu,” jelas Cris Kuntadi dikutip dari laman dephub.go.id.

Cris Kuntadi mengungkapkan, jika terdapat kejadian kapal tetap berlayar dalam kondisi yang buruk, pihaknya akan memberikan sanksi kepada operator kapal sesuai ketentuan yang berlaku.

Begitupun jika ada kelalaian dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, akan diambi tindakan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Cuaca di sekitar perairan Ambon, Maluku akhir-akhir ini kurang bersahabat sehingga beberapa kali Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ambon mengeluarkan peringatan dini agar kapal-kapal menunda keberangkatannya.

“Terjadi keterlambatan sandar kapal Tidar karena pemberangkatan dari pelabuhan asal ditunda sehubungan cuaca ekstrim (gelombang tinggi). Kapal Tidar baru sandar pukul 20.00 WIT dari jadwal yang seharusnya tiba pukul 14.00 WIT. Namun, calon penumpang cukup pengertian untuk menunggu,” imbuhnya.

“Secara umum pelayanan dan ketersediaan kapal pada pelayanan Angkutan Lebaran di Ambon lebih baik dibandingkan tahun lalu dan dilaporkan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 6 persen dibandingkant tahun lalu,” tandas Cris Kuntadi.

Topik berita Terkait:
  1. Ambon
  2. Kemenhub
Berikan Komentar
Komentar Pembaca