Diskop UKM Makassar Sosialisasi Akses Pembiayaan Kelompok Wirausaha

Selasa, 13 September 2022 14:38 WITA Reporter : Makassarmetro
Diskop UKM Makassar Sosialisasi Akses Pembiayaan Kelompok Wirausaha Diskop dan UKM Kota Makassar mengadakan sosialisasi akses pembiayaan bagi kelompok wirausaha yang berlangsung di Hotel Karebosi Premier pada 13 dan 14 September 2022/Int

MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Makassar mengadakan kegiatan sosialisasi akses pembiayaan bagi kelompok wirausaha di kota Makassar.

Masalahnya, akses pembiayaan bagi para kelompok wirausaha dan koperasi sangat dibutuhkan dalam menjalankan usaha.

Hal ini merupakan usulan dalam Musrenbang Kelurahan Tamamaung, Kelurahan Kodingareng.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Karebosi Premier pada 13 dan 14 September 2022. Kemudian diikuti sebanyak 100 pelaku UMKM di dua Kelurahan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang di Wakili Sekdis Koperasi dan UKM, Kamelia Thamrin Tantu. Ia didampingi Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Muh. Sukma Saleh, para narasumber.

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi, Muh. Sukma Saleh mengatakan, berdasarkan Peraturan Daerah kota Makassar Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penetapan APBD Kota Makassar dan anggaran 2022. Kedua, Peraturan Wali Kota Makassar nomor 106 tahun 2021 tentang penjabaran APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2022.

Selanjutnya, Surat Keputusan Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Makassar, tentang penetapan panitia pelaksana kegiatan pengurusan perpaduan koperasi terhadap peraturan perundang-undangan kewenangan kabupaten dan kota ini adalah para pelaku usaha dan kelompok wirausaha dari Kelurahan. Di mana merupakan hasil ukir dan kebetulan mau seimbang Kelurahan Tamamaung dan kelurahan Kodingareng.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 100 orang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada seluruh peserta tentang bagaimana memberi peluang akses untuk mendapatkan bantuan permodalan, baik melalui lembaga keuangan pemerintah maupun swasta dalam pola usaha dan kelompok wirausaha baru beserta koperasi, dapat mengembangkan usaha yang selanjutnya mendorong terwujudnya para pemuda yang mandiri di lorong, khususnya di lorong wisata sehingga mampu mengangkat ekonomi masyarakat.

Ada beberapa usaha yang dilakukan, dan koperasi dapat menyesuaikan kelembagaan dengan aturan perkoperasian yang ada. Sehingga, dapat terwujud usaha yang mandiri sehat dan berkualitas.

Pada kesempatan ini peserta akan menerima materi tentang fasilitas membiayaan.

Program yang kedua ialah kelayakan usaha dan cara menentukan kebutuhan dengan memperhatikan tujuan yang ingin dicapai.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan usulan Musrembang dari Kelurahan Tamamaung dan Kodingareng. Jadi, pelaku-pelaku UMKM yang ada di bawah terutama di lorong. Sebab, ini sementara program pruritas atau program strategis walikota adalah lorong wisata.

“Sehingga, kita mencoba mengidentifikasi pelaku-pelaku UMKM yang ada di lorong untuk kemudian kita lihat apa yang menjadi kebutuhannya salah satu yang menjadi permasalahan di mereka itu adalah akses untuk mendapatkan bantuan nah hari ini kita coba kebetulan berkat sesuaian dengan apa yang menjadi kegiatan,” ujarnya.

Dari anggota Dewan, kata dia, pihaknya mencoba memfasilitasi untuk dua kelurahan kelurahan Tamamaung dan Kodingareng. Harapannya, dengan telah mengikuti kegiatan ini mereka bisa mendapatkan akses untuk mendapatkan bantuan permodalan demi kelanjutan usahanya.

“Mereka KLB nah ini juga yang kami coba identifikasi karena tadi setelah kita cek dari kurang lebih 100 orang yang hadir ternyata baru ada sekitar 10% yang mereka hadir yang sudah mendaftar KWB, itu karena salah satu persyaratan untuk mendapatkan akses pembiayaan baik di perbankan maupun di pihak manapun itu harus mereka usahanya terdaftar. Kami coba fasilitasi mudah-mudahan ini bisa keluar ini nanti semua yang sudah ada usahanya di sini sudah terdaftar,” ujarnya.

“Kami berharap karena kan yang menjadi kendala, mereka ini tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan akses pembiayaan. Bagaimana caranya mendapatkannya.

Mereka mau berusaha tapi mereka terkendala dengan modal usaha, sehingga kami coba fasilitasi bagaimana caranya untuk mendapatkan itu. Bagaimana kami mempertemukan pelaku UMKM ini dengan pihak perbankan atau pihak ketiga yang memang ingin memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM,” tutupnya. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca