MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Sudah 9 bulan lamanya kasus perampasan motor dari pihak pembiayaan atau leasing WOM Finance Cabang Makassar belum kelar. Korban, Burhan mempertanyakan kinerja Polrestabes Makassar.

Motor Honda Scoopy berwarna hitam dengan nomor polisi DD 5923 LH itu tiba-tiba dirampas oleh debt collector WOM Finance tanpa merujuk UU Fidusia.

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan, dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda dalam hal ini korban, Burhan.
Burhan mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada Polrestabes Makassar pada 24 Oktober 2024. Namun, Kanit Tipidter, AKP Hamka hingga para penyidik dinilai belum menangani kasus ini setengah hati.
Dia mendesak agar Kepala Polda Sulsel untuk mencopot Kanit Tipidter Polrestabes Makassar, AKP Hamka lantaran dinilai tidak profesional dalam menuntaskan kasus dugaan perampasan motor.
“Ini kan kasus sederhana tapi nyaris satu tahun ditangani tidak ada kepastian hukum sampai masuk persidangan. Sehingga saya minta sebaiknya Kanit Tipidter ini dicopot saja,” ujarnya, Minggu (28/07/2024).
“Tidak ada titik terang sampai sekarang. Saya sudah datangi Kanit Tipidter tapi belum ada kejelasan soal berkas yang dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang permintaan saksi ahli bahasa pidana, sedangkan sudah ada satu bulan lebih berkas waktu selama dikembalikan sama JPU. JPU menyatakan bahwa berkas belum ada sampai sekarang yang dikembalikannya dari permintaan jaksa,” tambah Burhan.
Dia juga mempertanyakan dua debt collector atas nama Hendrik Rahman dan Muh Irwan yang ditetapkan tersangka kini ditangguhkan statusnya. “Alasannya karena dia kooperatif dan ada penjaminnya jadi tidak dilakukan penahanan,” tambah Burhan.
Burhan menjelaskan duduk perkara kasus perampasan motor ini. Motornya dirampas tiba-tiba oleh debt collector dari WOM Finance di Jalan Hertasning padahal dirinya mengaku sudah berniat membayar kredit yang menunggak.
“Tanggal 26 Oktober 2023 sudah saya janji untuk bayar ternyata pas tanggal 24 itu sudah diambil,” lanjutnya.
Burhan pun mendesak agar kasus ini tidak berlarut-larut. Apalagi diketahui, motor yang disita telah kehilangan beberapa aksesoris. “Kemarin saya lihat sudah tidak ada holder hapenya dan kaca spionnya tidak ada,” tukasnya. (*)
Wali Kota Munafri Konsultasi ke Pusat, PSEL Antang Masuk Tahap Lanjutan
Rabu, 22 April 2026 21:37
Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern
Selasa, 21 April 2026 23:03
Stop Pungutan, Munafri Ancam Copot Kepsek di Makassar yang Gelar Perpisahan Berbayar
Selasa, 21 April 2026 11:22
Pemkot Makassar Berikan KUR bagi PKL yang Tertib, Solusi Pemberdayaan UMKM
Senin, 20 April 2026 22:37
Kunjungi Dapil, ARW Pastikan Program Sambungan Listrik Gratis Tepat Sasaran
Senin, 20 April 2026 18:31
Munafri–Aliyah Hadirkan Lampu Tenaga Surya di Kepulauan Makassar, Kapal Menyusul
Senin, 20 April 2026 10:02
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
Sabtu, 18 April 2026 21:07
Berdiri di Atas Fasum Selama 30 Tahun, 40 PKL Bercat Kuning di Jalan Tinumbu Akhirnya Legawa
Sabtu, 18 April 2026 21:00