MAKASSARMETRO, MAKASSAR – Capaian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, disorot anggota DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham.

Kata para wakil rakyat itu, kekayaan daerah yang dipisahkan, masih minim berkontribusi. Yakni hanya Rp27,20 miliar lebih, dari target Rp88,28 miliar.

Itu karena kata dewan, diduga terjadi kebocoran pendapatan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Makassar yang ada. Direksi Perumda Makassar dianggap kurang berinovasi dan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam pengelolaan pendapatan dan pengawasan terhadap pendapatan.
Menanggapi itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku memang banyak hal yang perlu dibenahi. Namun, direksi yang saat ini sudah sangat optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Makassar.
“Memang RPH kehabisan modal, terminal untung jalan. Tapi memang banyak yang perlu dibenahi, saya tidak yakin walaupun kita ganti direksi bisa sama persoalan itu,” ujar Danny, Rabu, 26 Juni 2024.
Pendapatan Perumda Parkir Makassar Raya dinilai Danny, sudah sangat optimal meskipun masih jauh dari target.
“Parkir, justru parkir sekarang sudah dua kali lipat meskipun masih jauh dari potensinya, bisa tiga kali lipat dari sekarang,” tutur wali kota dua periode ini.
Kata Danny, kinerja direksi Perumda Makassar saat ini cukup baik. Kecuali Perumda Pasar Makassar Raya yang saat ini masih proses seleksi jabatan direksi.
“Direksi ini cukup baik, pasar kita sudah ganti direksi, karena banyak hal (tidak beres), lelang pasar sudah selesai dan saya harap yang terpilih bisa mengatasi masalah-masalah yang ada di pasar,” tutur Danny.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham mempertanyakan realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah setiap tahun sangat rendah.
Menurutnya, beberapa Perumda Makassar tidak menghasilkan deviden.
Sebagian besar Perusahaan Daerah milik Pemkot dirasakan seperti membiarkan adanya kebocoran pendapatan dengan kurangnya inovasi dan pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pengelolaan pendapatan dan pengawasan pendapatan, serta evaluasi pendapatan di masing-masing Perumda.
Menurutnya, Perumda yang bisa menjaga dan melestarikan kebocoran pendapatan yakni Perumda Parkir yang seharusnya memiliki potensi pendapatan Rp1 triliun, namun tidak dikelelola dengan baik.
“Kami merekomendasikan ke Wali Kota Makassar untuk mengevaluasi jajaran Direksi BUMD yang ada sekarang,” tegas legislator Nasdem ini. (*)
Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Sabtu, 04 Juli 2026 16:10
Setelah 20 Tahun, Pasar Tumpah Jalan AMD Manggala Akhirnya Tertib
Kamis, 02 Juli 2026 19:11
Tokoh Pemuda di Gowa Serukan Petisi Desak Bupati Mundur
Kamis, 02 Juli 2026 14:13
Rakernas APEKSI 2026 Dibuka, Wamendagri Apresiasi Inovasi Pertumbuhan PAD Tingkat Kota
Kamis, 02 Juli 2026 12:35
Rakernas APEKSI 2026, Wali Kota Makassar Perkuat Sistem Ketahanan Bencana dan Stok Pangan
Rabu, 01 Juli 2026 21:55
Helmy Budiman Perkenalkan Makassar Eco Circular Hub sebagai Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Rabu, 01 Juli 2026 16:49
Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata pada APEKSI 2026 di Medan
Selasa, 30 Juni 2026 21:52
Wali Kota Makassar Ingatkan Pengelola Dana BOS: Integritas Harga Mati
Senin, 29 Juni 2026 16:14